BPOM ke Komdigi, Take Down Link Penjualan Produk suplemen Blackmores Beracun!

BPOM ke Komdigi, Take Down Link Penjualan Produk suplemen Blackmores Beracun!

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengirim surat ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk take down link penjualan produk suplemen Blackmores yang memicu gangguan saraf di Australia.--

Radarpena.co.id, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengirim surat ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk take down link penjualan produk suplemen Blackmores yang memicu gangguan saraf di Australia.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan produk Blackmores yang dimaksud tidak memiliki nomor izin edar di Indonesia. Namun, setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, BPOM menemukan produk itu dijual secara online.

 

"Maka kami telah melakukan penelitian dan ternyata ada beberapa tempat dijual e-commerce dan kami bersurat nanti ke Kementerian Komunikasi dan Digital untuk take down itu," kata Taruna di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (22/7).

BACA JUGA:BPOM Tindak Tegas Penjual Suplemen Blackmores Ilegal di Marketplace, Kominfo Diminta Blokir Akun Nakal

Saat ini, BPOM RI juga tengah menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Therapeutic Goods Administration (TGA), badan regulator obat dan suplemen di Australia, guna memantau penanganan lebih lanjut dari kasus tersebut.

 

Kasus produk Blackmores bermula dari gugatan class action yang diajukan oleh seorang warga Australia bernama Dominic Noonan-O'Keeffe.

Ia mulai mengonsumsi dua produk Blackmores Super Magnesium+ dan Ashwaganda+ pada Mei 2023, tanpa menyadari bahwa kandungan vitamin B6 di dalamnya jauh melampaui batas aman.

BACA JUGA:BPOM Buka Suara Soal Kasus Blackmores yang Gegerkan Australia: Tegaskan Produk Tanpa Izin Edar di Indonesia

Kandungan itu bahkan disebut mencapai 29 kali lipat dari asupan harian yang direkomendasikan.

Beberapa bulan kemudian, Dominic mengalami berbagai gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari kelelahan ekstrem, nyeri saraf (neuralgia), gangguan penglihatan hingga kesulitan berjalan.

 

Ia kemudian didiagnosis mengalami neuropati, yakni kerusakan pada sistem saraf. Kondisi ini diduga kuat terjadi akibat konsumsi berlebihan vitamin B6 dari suplemen tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait