Waspada! Heboh Obat Batuk Beracun Tewaskan 16 Anak, Ini Penjelasan Resmi BPOM
Waspada! Obat batuk beracun tewaskan 16 anak--alodkter
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Isu obat batuk beracun kembali menggemparkan publik setelah muncul laporan bahwa 16 anak di India meninggal dunia akibat sirup obat batuk yang terkontaminasi zat kimia berbahaya Dietilen Glikol (DEG) dan Etilen Glikol (EG).
Menanggapi hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menegaskan telah memperketat pengawasan terhadap seluruh produk obat impor, khususnya yang berasal dari India.
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menyebut pihaknya tidak ingin peristiwa tragis seperti kasus gagal ginjal akut di Indonesia pada 2022–2023 terulang kembali.
Saat itu, ratusan anak Indonesia menjadi korban akibat cemaran bahan kimia berbahaya pada obat sirup.
BACA JUGA:Obat Batuk Apa Saja yang Aman Untuk Dikonsumsi Oleh Ibu Hamil? Ini Daftarnya
“Kita sangat berhati-hati karena kita punya pengalaman pahit tiga tahun lalu. Kita tidak mau itu terulang lagi,” tegas Taruna, dikutip Selasa (7/10/2025).
“Khusus obat impor dari India, kami perketat betul pengawasannya. Sertifikat impor tidak akan kami keluarkan jika belum benar-benar aman,” tambahnya.
BPOM memastikan telah melakukan berbagai langkah pencegahan agar produk berbahaya tidak masuk ke Indonesia, termasuk:
Penelusuran Produk:
BPOM menelusuri obat batuk sirup yang diduga bermasalah di India. Hingga kini belum ditemukan produk tersebut terdaftar di Indonesia, namun pemantauan terus dilakukan secara intensif.
Peningkatan Pengawasan (Surveillance):
BPOM memperketat pengujian terhadap cemaran EG dan DEG pada obat sirup yang beredar maupun bahan bakunya. Langkah ini diambil untuk mencegah risiko sedini mungkin.
Kerja Sama dengan Regulator India:
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: