BPOM Respon Kabar Ompreng MBG Mengandung Minyak Babi
Kepala BPOM Taruna Ikrar-hasyim asyari-radarpena.co.id Disway group
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memastikan akan melakukan uji laboratorium terhadap nampan atau baki dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga mengandung minyak babi.
Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar, menegaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Jaminan Halal (BJH) serta Kantor Komunikasi Kepresidenan untuk menindaklanjuti isu yang ramai diperbincangkan di media sosial.
“Badan POM akan menindaklanjuti isu ini dengan pengujian laboratorium. Kami memiliki fasilitas yang memungkinkan untuk menguji kandungan bahan tersebut,” ujar Taruna dalam konferensi pers di kantor BPOM, Rabu (27/8/2025).
BACA JUGA:Ngeri! Ompreng MBG Diduga Mengandung Babi, Begini Respon Pemerintah
Isu Viral Nampan MBG
Isu ini mencuat setelah beredar unggahan di media sosial yang mengklaim bahwa nampan plastik MBG diduga mengandung minyak babi.
Bahkan, ada tuduhan bahwa produk tersebut didaur ulang dari limbah babi sehingga dianggap tidak halal.
Menanggapi hal ini, Taruna menegaskan bahwa langkah pengujian laboratorium dilakukan bukan hanya untuk aspek keamanan pangan, tetapi juga memberikan kepastian kepada masyarakat, khususnya umat Muslim.
“Halal dan haram memang bukan ranah BPOM. Namun, karena 87 persen masyarakat Indonesia adalah Muslim, aspek ini sangat penting. Karena itu kami berkoordinasi dengan Badan Jaminan Halal,” tegasnya.
BACA JUGA:6,5 Jam Dicecar KPK Soal Korupsi Proyek Kereta DJKA, Bupati Pati Sudewo: Itu Uang dari DPR
Rencana Uji Laboratorium
BPOM akan melakukan uji DNA untuk memastikan apakah benar terdapat kandungan babi pada nampan MBG.
“Kita cocokkan apakah mengandung DNA babi, glycerin, gelatin, atau bahan lain. Jika diperlukan, kami juga akan bekerja sama dengan lembaga standar dari Kementerian Perindustrian untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Taruna.
Hingga saat ini, pihak MBG belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut. BPOM berharap hasil uji laboratorium dapat segera dirilis agar isu ini tidak menimbulkan keresahan lebih jauh di masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: