Pemprov DKI Jakarta Gandeng PPATK Evaluasi Warga Penerima Bansos Terlibat Judol

Pemprov DKI Jakarta Gandeng PPATK Evaluasi Warga Penerima Bansos Terlibat Judol

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.-Istimewa-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap data mengejutkan: sebanyak 15.033 penerima bantuan sosial (bansos) di DKI Jakarta ternyata terlibat dalam aktivitas judi online.

Temuan ini memicu reaksi cepat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kini tengah mengevaluasi kelayakan penerima bansos secara menyeluruh.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa bansos seharusnya hanya diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan, bukan yang menyalahgunakannya untuk praktik ilegal.

“Jika ditemukan adanya keterlibatan dalam praktik judi online, maka bantuan akan dialihkan kepada warga lain yang lebih membutuhkan,” ujar Pramono di Ex-Taman Anggrek, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat dikutip Minggu, 27 Juli 2025.

Transaksi Judi Online Capai Rp3,12 Triliun di Jakarta Sepanjang 2024

Menurut data PPATK, sepanjang tahun 2024 terdapat 602.419 warga Jakarta yang terindikasi melakukan transaksi judi online, dengan total perputaran uang mencapai Rp3,12 triliun. Dari angka tersebut, 15.033 pelaku ternyata masih tercatat sebagai penerima bansos.

BACA JUGA:Bus Persib Bandung Alami Kecelakaan di Thailand, Pemain Selamat Tanpa Cedera

BACA JUGA:Cara Download Game di Laptop dengan Mudah: 5 Platform Legal dan Praktis untuk Gamers!

Pramono menekankan pentingnya penyaluran bansos yang adil dan tepat sasaran, serta mengajak masyarakat ikut mengawasi dan melaporkan setiap dugaan penyalahgunaan bantuan.

“Kami ingin memastikan bahwa dana bantuan dimanfaatkan sebagaimana mestinya, untuk memenuhi kebutuhan pokok dan meningkatkan ketahanan sosial ekonomi masyarakat,” jelas Pramono.

Jakarta Barat Jadi Sarang Judi Online, Cengkareng Tertinggi

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Sholikhah, menyampaikan bahwa lima kecamatan di DKI Jakarta mencatatkan angka tertinggi dalam aktivitas judi online menurut data Satgas Judol pertengahan 2024. Wilayah dengan jumlah pelaku dan peredaran uang tertinggi ada di Jakarta Barat:

Cengkareng: 14.782 pelaku, Rp176 miliar

Kalideres: 9.825 pelaku, Rp113 miliar

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait