Viral Pengakuan Admin Judol Lolos dari Jerat Hukum, Penghasilan Capai Miliaran Rupiah

Viral Pengakuan Admin Judol Lolos dari Jerat Hukum, Penghasilan Capai Miliaran Rupiah

Viral admin judol ngaku gaji Rp 3 M per tahun di Ome TV--

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Sebuah video viral dari platform Ome TV kembali memantik perdebatan publik, kali ini karena pengakuan seorang perempuan asal Indonesia yang mengaku sebagai admin judi online (judol). 

Dalam video berdurasi 4 menit 10 detik itu, perempuan tersebut menyebut dirinya bekerja di Thailand dan mendapat penghasilan hingga Rp 3 miliar per tahun.

Video ini pertama kali dibagikan oleh akun X (Twitter) @somexthread pada 22 Juli 2025 dan telah ditonton lebih dari 57 ribu kali. 

Unggahan itu sontak membuat warganet geger karena menampilkan pengakuan terang-terangan pelaku praktik ilegal yang justru tampak bangga dengan pekerjaannya.

Wanita tersebut muncul di layar Ome TV sambil berbicara dengan tiga pengguna asal Indonesia. Ia memamerkan suasana kantor yang dipenuhi komputer dan menyebut dirinya sebagai admin judol

Tak hanya itu, ia bahkan menyebutkan, "Gua admin judol, nih rame kan. Di Thailand, kok Kamboja sih anjir, ilang dong ginjal gua," ujar dia sambil tertawa.

BACA JUGA:

Tak berhenti sampai di situ, wanita itu juga memamerkan segepok uang Baht dan menunjukkan layar komputer yang mencantumkan jumlah penghasilan fantastis, yakni sekitar Rp 3 miliar per tahun. 

"Pertahun (Rp 3 miliar), serius. Gua udah tiga tahun di sini," ungkapnya sambil tertawa bangga.

Yang membuat publik semakin geram adalah pengakuannya soal bisa bebas keluar-masuk Indonesia tanpa pernah tertangkap aparat hukum. 

Ia menyebut telah membayar orang bandara untuk memuluskan perjalanan ilegal tersebut. "Enggak (ketangkap), kan gua udah bayar orang bandara," katanya santai.

Pernyataan itu langsung menuai kecurigaan publik mengenai adanya praktik suap atau pembiaran oleh oknum petugas di bandara. 

Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak berwenang terkait video yang beredar. Namun, masyarakat mendesak agar pelaku segera ditelusuri dan diproses secara hukum yang berlaku.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait