Mengenal Aplikasi Zangi, Saluran Rahasia Ammar Zoni Diduga Transaksi Narkoba
Ammar Zoni terlibat kasus peredaran narkoba-Istimewa-
Analisis Pakar Keamanan Siber: Zangi Cocok untuk Aktivitas Ilegal?
Menurut Pratama Persadha, Ketua Lembaga Riset Siber Indonesia (CISSReC), aplikasi seperti Zangi memang kerap digunakan oleh pelaku kejahatan karena menawarkan tingkat privasi yang sangat tinggi.
"Para bandar atau pengedar narkoba cenderung memilih aplikasi yang memberikan jaminan kerahasiaan maksimal," ujar Pratama saat dihubungi Disway.id, Kamis 9 Oktober 2025.
"Zangi, seperti Telegram dan beberapa aplikasi terenkripsi lainnya, menawarkan fitur end-to-end encryption yang sangat kuat. Ini mempersulit aparat penegak hukum untuk melakukan penyadapan atau mendapatkan bukti komunikasi yang sah, kecuali mereka berhasil menyita perangkat keras (ponsel) itu sendiri," ujarnya lagi.
Pratama juga menyoroti adanya kesalahan dalam literasi digital para narapidana.
Mereka memanfaatkan teknologi canggih bukan untuk hal positif, melainkan untuk menghindari hukum.
Tantangan Baru bagi Penegak Hukum
Kasus ini memperlihatkan tantangan berat yang dihadapi aparat penegak hukum.
Selama ponsel masih bisa masuk ke dalam rutan, maka aplikasi seperti Zangi akan terus menjadi alat komunikasi bagi pelaku kejahatan.
Keberhasilan pengungkapan kasus ini disebut lebih banyak karena investigasi intensif dan penggeledahan fisik, bukan karena penyadapan terhadap Zangi.
Penggunaan aplikasi terenkripsi seperti Zangi dalam aktivitas ilegal menunjukkan bahwa pelaku kejahatan mulai memanfaatkan teknologi secara canggih.
Hal ini menjadi pengingat bahwa penegakan hukum harus disertai peningkatan keamanan digital, pengawasan internal yang ketat di lembaga pemasyarakatan, serta edukasi tentang penggunaan teknologi secara etis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: