Ratusan Guru Mundur dari Sekolah Rakyat, Begini Penjelasan Kemendikdasmen dan Kemensos

Ratusan Guru Mundur dari Sekolah Rakyat, Begini Penjelasan Kemendikdasmen dan Kemensos

Mendikdasmen, Abdul Mu'ti-hasyim asyari-Disway grup

Menurut Abdul Mu'ti, alasan utama adalah masalah jarak domisili. Ia menyatakan bahwa kasus ini sudah ditangani dan dilaporkan langsung kepada Presiden.

"Soal guru itu, kemarin sudah dilaporkan ke Pak Presiden,” ujarnya, dikutip Jumat 1 Agustus 2025.

Ia menambahkan bahwa rekrutmen guru akan tetap dilanjutkan dan pemerintah akan lebih selektif, memprioritaskan tenaga pendidik PPG yang siap ditempatkan di daerah terpencil.

Mu'ti menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut bukan karena masalah upah atau intensif, melainkan karena alasan domisili yang terlalu jauh.

"Kalau kemarin yang disampaikan itu, sebagian karena domisilinya jauh. Kemudian yang kedua ya mungkin ada alasan-alasan lain yang membuat mereka mengundurkan diri," ujarnya.

Solusi Pemerintah: Rekrutmen Ulang & Pendekatan Personal

Untuk memastikan keberlangsungan program, pemerintah mengambil beberapa langkah strategis:

  •     Rekrutmen ulang guru yang siap ditugaskan di lokasi terpencil.
  •     Pendekatan psikologis dan personal kepada siswa baru agar mereka lebih mudah beradaptasi.
  •     Koordinasi lintas kementerian, termasuk pelaporan langsung ke Presiden untuk penanganan cepat.

Sekolah Rakyat Tetap Berjalan, Fokus pada Misi Pendidikan untuk Miskin Ekstrem

Meski diwarnai kendala di awal pelaksanaan, pemerintah menegaskan bahwa komitmen terhadap Sekolah Rakyat tidak berubah. Program ini merupakan salah satu terobosan untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui pendidikan. 

“Kami optimistis, ini hanya kendala teknis awal. Dengan manajemen yang baik, program ini bisa sukses,” tutup Gus Ipul.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait