Pemerintah Siapkan Beasiswa bagi 888 Ribu Murid TK, Tiap Siswa Dapat Rp450 Ribu per Tahun
Kemendikdasmen alokasikan beasiswa PIP untuk 888.000 murid TK tahun ini.--
radarpena.co.id - Kabar gembira bagi para orang tua yang memiliki anak di jenjang pendidikan anak usia dini! Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan perhatian khusus bagi siswa Taman Kanak-kanak (TK).
Tahun ini, pemerintah resmi mengalokasikan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) khusus untuk ratusan ribu murid TK di seluruh Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyampaikan pengumuman bersejarah ini saat meresmikan revitalisasi satuan pendidikan di Minahasa, Sulawesi Utara.
"Pertama kali dalam sejarah murid taman kanak-kanak mendapatkan beasiswa PIP sebesar 450.000 per tahun. Tahun ini kami alokasikan untuk 888.000 murid taman kanak-kanak," kata Abdul Mu'ti, Rabu, 22 April 2026.
Kenaikan Jumlah Penerima PIP di Semua Jenjang
Selain memberikan bantuan baru untuk jenjang TK, Kemendikdasmen juga memastikan program ini tetap berjalan untuk siswa SD, SMP, SMA, hingga SMK. Bahkan, kuota penerima manfaat secara nasional mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2025 lalu, alokasi beasiswa PIP mencakup 19 juta penerima. Namun, pada tahun ini, angka tersebut melonjak menjadi 19.600.000 penerima yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Langkah ini merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah untuk meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa.
"Ini adalah bentuk komitmen Bapak Presiden dalam rangka memajukan pendidikan dan mewujudkan Asta Cita keempat yaitu membangun sumber daya manusia," ujar Menteri menambahkan.
Mendukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
Kebijakan pemberian beasiswa bagi murid TK ini erat kaitannya dengan visi besar Presiden mengenai program 'Wajib Belajar 13 Tahun'. Program ini mewajibkan anak-anak memulai masa pendidikan formal mereka sejak jenjang Taman Kanak-kanak sebelum melanjutkan ke pendidikan dasar dan menengah.
Untuk menyukseskan visi tersebut, Kemendikdasmen telah menyiapkan dua strategi utama:
-
Revitalisasi Sekolah: Memprioritaskan perbaikan gedung sekolah di daerah-daerah yang terdampak bencana serta wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
-
Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB): Bekerja sama dengan Kementerian Desa untuk memastikan akses pendidikan tersedia hingga ke pelosok.
"Satu desa minimal ada satu TK," tegas Menteri Abdul Mu'ti.
Dengan adanya bantuan finansial melalui PIP sebesar Rp450.000 per tahun bagi murid TK, pemerintah berharap beban biaya pendidikan awal bagi orang tua dapat berkurang. Fokus pembangunan sekolah baru di desa-desa juga menjadi solusi agar tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal dalam mengenyam pendidikan sejak usia dini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: antara