Sekolah Rakyat Targetkan 100 Ribu Siswa di 2027: Solusi Pendidikan Anak Putus Sekolah
Program Sekolah Rakyat targetkan 100 ribu siswa di 2027.--
radarpena.co.id - Kementerian Sosial (Kemensos) membawa kabar gembira bagi keluarga yang kesulitan membiayai sekolah anak-anak mereka. Pemerintah kini tengah tancap gas memperluas jangkauan program Sekolah Rakyat.
Tidak main-main, target penerima manfaat program ini diproyeksikan melonjak drastis hingga melampaui 100 ribu siswa pada tahun 2027 mendatang.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menjelaskan bahwa perluasan ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Proyeksi Pertumbuhan Siswa Secara Signifikan
Tahun 2026 ini menjadi momentum penting bagi keberlanjutan program tersebut. Pemerintah menargetkan alokasi peserta baru menembus lebih dari 30 ribu siswa.
Jika angka ini tercapai dan digabungkan dengan 15 ribu siswa dari tahun ajaran sebelumnya, maka total anak yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat akan mencapai 46 ribu siswa pada akhir 2026.
"Pemerintah akan terus memperluas jangkauan program Sekolah Rakyat. Tahun ini target kita menembus 30 ribu siswa, dan tahun depan kita tingkatkan menjadi lebih dari 100 ribu siswa," ujar Saifullah Yusuf dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu, 18 April 2026.
Fokus pada Anak dari Keluarga Miskin dan Putus Sekolah
Mungkin Anda bertanya-tanya, siapa saja yang berhak mendapatkan akses ini? Program prioritas arahan Presiden Prabowo Subianto ini secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang terdaftar dalam desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sasaran utamanya adalah mereka yang sudah putus sekolah atau memiliki risiko tinggi tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Lewat program ini, pemerintah ingin mereka bangkit menjadi motor penggerak ekonomi keluarga.
"Mereka dipersiapkan untuk menjadi agen perubahan untuk dirinya, keluarganya, dan untuk Indonesia. Melalui program ini, anak-anak mendapatkan jalan perubahan melalui pendidikan terpadu," tutur Mensos saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 di lingkungan BBPPKS Makassar.
Pembangunan Gedung Permanen di Tiap Kabupaten dan Kota
Untuk menampung lonjakan jumlah siswa, pemerintah tidak sekadar menambah kuota, tetapi juga menyiapkan infrastruktur yang mumpuni. Tahun ini, pembangunan gedung permanen sedang disiapkan di lebih dari 100 titik di seluruh Indonesia.
Rencana jangka panjangnya pun sangat ambisius. Pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota di Indonesia memiliki minimal satu gedung Sekolah Rakyat permanen. Sekolah ini nantinya akan melayani jenjang SD hingga SMA dengan kapasitas mencapai 1.000 siswa per sekolah.
Seleksi Siswa Baru Tahun Ajaran 2026/2027 Segera Dimulai
Bagi Anda yang ingin memanfaatkan peluang ini, Kementerian Sosial memastikan bahwa proses penyaringan atau seleksi penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027 sudah mulai berjalan.
"Persiapan mulai Februari kita akan berproses untuk seleksi siswa baru, ya SD, SMP, SMA," cetusnya.
Menariknya, para siswa di Sekolah Rakyat tidak hanya belajar secara formal melalui Learning Management System (LMS). Mereka juga akan tinggal di asrama untuk mendapatkan pembinaan karakter yang intensif.
Hasil dari pola pendidikan ini diklaim sudah mulai terlihat pada siswa yang ada sekarang. Mereka menjadi lebih percaya diri, memiliki minat dan tekad yang kuat, serta sadar akan pentingnya menuntut ilmu demi masa depan yang lebih cerah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: antara