Apa Perbedaan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda? Ini Jawabannya

Apa Perbedaan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda? Ini Jawabannya

Sekolah Garuda--disway.id

SOE, RADARPENA.CO.ID - Pemerintah terus berupaya memperluas akses pendidikan berkualitas melalui berbagai program strategis.

Dua di antaranya yang kini ramai diperbincangkan adalah Sekolah Rakyat (SR) dan Sekolah Garuda.

Meski sama-sama bertujuan mulia dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional, ternyata keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam sasaran dan semangat penyelenggaraannya.

Hal ini dijelaskan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek), Fauzan, saat menghadiri acara pengenalan Sekolah Unggul Garuda di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Rabu (8/10/2025).

BACA JUGA:Cara Daftar Sekolah Garuda 2025, Ada Beasiswa Penuh dan Jalur Berbayar

“Kalau Sekolah Garuda semangatnya memberikan akses pada anak-anak di daerah 3T yang memiliki kompetensi unggul, sedangkan Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak kurang mampu secara umum,” ujar Fauzan.

Sekolah Rakyat: Fokus untuk Anak Kurang Mampu

Program Sekolah Rakyat (SR) merupakan inisiatif pemerintah untuk memberikan pendidikan gratis dan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu di berbagai wilayah Indonesia.

Sekolah ini hadir untuk menghapus kesenjangan pendidikan sekaligus memastikan setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi, memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan dasar dan menengah.

Sekolah Garuda: Akses untuk Anak Berprestasi di Daerah 3T

Berbeda dengan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda hadir dengan semangat menemukan dan mengembangkan potensi unggul dari anak-anak yang tinggal di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

BACA JUGA:Ratusan Guru Mundur dari Sekolah Rakyat, Begini Penjelasan Kemendikdasmen dan Kemensos

Anak-anak yang ingin melanjutkan ke SMA Garuda wajib melalui seleksi ketat, karena sekolah ini berorientasi pada pembinaan calon pemimpin muda dari wilayah perbatasan dan terpencil.

“Kami berharap lembaga pendidikan, khususnya tingkat SMP, dapat menyiapkan siswanya agar bisa lolos seleksi Sekolah Garuda,” kata Fauzan.

Sekolah Unggul Garuda akan mulai dibangun pada November 2025 dan menerima siswa pertama pada Juni 2026.

Di Kota Soe, Nusa Tenggara Timur, sekolah ini akan menampung 160 siswa dari seluruh provinsi, dengan kuota 11 siswa khusus untuk Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: