Inspirasi Bangkit dari Lingkaran Kemiskinan Muncul dari Film Pendek asal Tanah Air
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menerima audiensi perwakilan Kemensetneg bersama tim Penjaga Harapan di Kantor Kementerian Sosial RI, membahas rencana produksi film Sekolah Rakyat, Selasa (23/6/2026).--
Radarpena.co.id - Lifestyle Film pendek berjudul “Sekolah Rakyat” akan segera diproduksi melalui kolaborasi 2 kelembagaan yaitu Kementerian Sosial bersama platform Penjaga Harapan.
Film ini mengangkat kisah perjuangan seorang anak dari keluarga miskin ekstrem dalam mengakses pendidikan sebagai bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan.
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono mengatakan, program Sekolah Rakyat bukanlah tujuan akhir, melainkan alat negara untuk membantu anak-anak dari keluarga miskin agar dapat mewujudkan cita-cita dan keluar dari lingkaran kemiskinan.
“Sekolah Rakyat ini bukan tujuan, tapi alat yang disediakan negara agar anak-anak dari keluarga miskin bisa mewujudkan cita-citanya dan keluarganya bisa tergraduasi dari kemiskinan,” ujar Agus di Jakarta, Selasa (23/6).
Film dengan durasi sekitar 25 menit itu akan mengisahkan perjalanan seorang anak dari keluarga sederhana yang semula harus bekerja setiap hari sebelum akhirnya mendapat kesempatan bersekolah di Sekolah Rakyat.
BACA JUGA:Bikin Bangga ! 4 Film Indonesia Diputar di SIFF 2026
Latar Cerita
Cerita akan berlatar wilayah Cariu dan sekitarnya dengan tema transformasi “dari gelap menuju terang”.
Konsep Sekolah Rakyat sendiri menyasar peserta didik dari keluarga desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yaitu kelompok dengan kondisi ekonomi paling rentan.
Program ini dirancang berbasis asrama agar anak-anak dapat tetap mengakses pendidikan tanpa terkendala zonasi maupun jarak geografis.
BACA JUGA:Golden Tiket! 'Dear You' Film Populer China Akhirnya Perdana di Inggris
Koordinator Konten Penjaga Harapan, Doni Adhitia, menyebut film ini dirancang bukan untuk mengeksploitasi penderitaan, melainkan menghadirkan empati melalui pendekatan dramatis yang menyentuh.
Sementara itu, Direktur Utama Penjaga Harapan, Wildanshah, menegaskan bahwa film ini merupakan bagian dari upaya menyampaikan kebijakan pemerintah dengan cara yang lebih mudah dipahami masyarakat.
Produksi film yang diselenggarakan berlangsung selama tiga hari dengan dukungan riset bersama Kementerian Sosial dan komunitas perfilman. Selain versi utama, tim juga menyiapkan trailer 30 detik untuk didistribusikan di berbagai kanal publik, termasuk videotron.
Film ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya pendidikan dalam memutus rantai kemiskinan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: