Kemensos Usul Tambah 5.000 Guru untuk Sekolah Rakyat Tahun Ini
Kemensos usul tambah 5.000 guru Sekolah Rakyat untuk layani 100 ribu siswa.--
radarpena.co.id - Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat untuk memperkuat akses pendidikan bagi warga kurang mampu.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, baru saja mengajukan usulan penambahan personel besar-besaran kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).
Langkah ini bertujuan untuk mendukung perluasan program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu andalan Presiden Prabowo Subianto.
Kemensos mengusulkan lebih dari 5.000 formasi guru dan 4.000 tenaga kependidikan demi memastikan kualitas pengajaran tetap terjaga di tengah lonjakan jumlah siswa.
Target Besar: Melayani 100 Ribu Siswa di Tahun Depan
Saat ditemui di Jakarta pada Kamis, 23 April 2026, pria yang akrab disapa Gus Ipul ini menjelaskan bahwa penambahan pengajar sangat mendesak. Pasalnya, pemerintah memproyeksikan total peserta didik akan melampaui 45.000 orang pada tahun ini saja.
"Kami sudah mengajukan ke Kementerian PAN-RB untuk menambah lebih dari 5.000 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan lainnya untuk Sekolah Rakyat ini," kata Saifullah Yusuf.
Target ini tidak berhenti di sana. Sesuai arahan Presiden, tahun depan jumlah siswa baru diprediksi meningkat hingga 60.000 orang.
"Jadi, tahun depan target kita secara keseluruhan sudah bisa melayani lebih dari 100.000 siswa Sekolah Rakyat, untuk itu dibutuhkan tambahan guru," tuturnya.
Kualitas Pengajar Jadi Prioritas Utama
Meski membutuhkan banyak personel baru, Kemensos tidak ingin main-main soal kualitas. Gus Ipul menyerahkan detail spesifikasi keahlian guru kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Namun, ia memastikan bahwa setiap pengajar yang terpilih wajib menjalani pembinaan khusus.
"Tetap akan ada retreat dan pelatihan-pelatihan untuk memastikan kualitas penyelenggaraan pendidikan bagi siswa kita," tegas Saifullah Yusuf.
Solusi Pendidikan Gratis dan Pengentasan Kemiskinan
Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar biasa. Program ini dirancang khusus untuk anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1-4) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Konsepnya sangat terpadu karena mengintegrasikan berbagai layanan unggulan pemerintah, seperti:
-
Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
-
Jaminan kesehatan PBI-JK.
-
Akses ke Koperasi Merah Putih dan Program 3 Juta Rumah.
Sejak beroperasi pada Juli 2025, saat ini sudah ada 166 titik Sekolah Rakyat Rintisan di 38 provinsi. Pemerintah juga sedang membangun 101 sekolah permanen tahun ini, sebagai bagian dari misi besar membangun 500 sekolah permanen hingga tahun 2029.
Kabar baik bagi warga Jakarta dan sekitarnya, Kemensos baru saja menambah 10 titik sekolah rintisan baru.
Fasilitas ini khusus untuk menampung anak jalanan, anak telantar, serta anak-anak yang berisiko putus sekolah agar mereka tetap mendapatkan masa depan yang cerah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: antara