Ratusan Guru Mundur dari Sekolah Rakyat, Begini Penjelasan Kemendikdasmen dan Kemensos
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti-hasyim asyari-Disway grup
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah untuk memberikan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem menghadapi tantangan di awal pelaksanaannya.
Ratusan guru dan sejumlah siswa dilaporkan mengundurkan diri, memicu perhatian publik serta pertanyaan tentang efektivitas dan kesiapan program ini.
140 Guru Mundur: Masalah Jarak Jadi Alasan Utama
Menurut data dari Kementerian Sosial (Kemensos), sekitar 140 hingga 160 guru memilih mundur karena penempatan tugas yang terlalu jauh dari domisili. Hal ini menyulitkan mobilitas dan mengganggu keseimbangan kehidupan pribadi mereka.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengakui adanya pengunduran diri tersebut namun menegaskan bahwa pemerintah sudah menyiapkan guru pengganti yang berasal dari lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG).
"Penggantinya sudah ada," kata Gus Ipul, sembari menambahkan bahwa para calon guru pengganti diambil dari tenaga pendidik yang sudah memiliki sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Gus Ipul memastikan bahwa meskipun ada kendala di awal, operasional Sekolah Rakyat tetap berjalan optimal.
"Secara umum, alhamdulillah semua sesuai jadwal," ujarnya.
BACA JUGA:PBSI Resmi Rombak 4 Ganda Putri Indonesia, Ini Alasannya
BACA JUGA:Persipura Jayapura Resmi Luncurkan Jersey Baru, Bawa Semangat dan Budaya Papua
Siswa Mengundurkan Diri karena Homesick
Selain guru, beberapa siswa juga mengundurkan diri, terutama di minggu-minggu awal program. Alasan yang mendominasi adalah rasa tidak betah dan homesick, karena mereka harus tinggal di asrama jauh dari orang tua.
Sebagai respon, Kemensos telah menyiapkan psikolog dan pendekatan persuasif untuk membantu proses adaptasi siswa di lingkungan sekolah baru.
Mendikdasmen: Bukan Masalah Upah, Tapi Lokasi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: