Menu Psikopat: Antara Pahit, Pedas, dan Insting Gelap

Menu Psikopat: Antara Pahit, Pedas, dan Insting Gelap

Psikopat dikenal dengan sifat impulsif dan haus akan kepuasan instan. Dalam konteks makanan, ini bisa berarti ketertarikan pada fast food—makanan cepat saji yang tinggi lemak, garam, dan gula.--

Radarpena.co.id, Jakarta - Apakah mungkin kepribadian seseorang bisa ditebak dari selera makannya? Dalam dunia psikologi, ini bukan pertanyaan iseng semata. Beberapa studi ilmiah mencoba mengungkap hubungan antara preferensi rasa dengan sisi gelap kepribadian manusia. Menariknya, ada pola-pola unik yang kerap muncul saat bicara soal "menu kesukaan", mereka yang memiliki kecenderungan psikopatik.

 

Pahit dan Pedas: Cermin Jiwa yang Tak Lembut

Sebuah studi dari University of Innsbruck, Austria, pada 2016, menemukan bahwa orang yang menyukai rasa pahit cenderung memiliki skor lebih tinggi dalam skala kepribadian gelap—termasuk psikopati dan sadisme. Minuman seperti kopi hitam tanpa gula, bir pahit, hingga makanan seperti lobak mentah atau sayuran getir seperti pare, kerap disebut dalam studi ini.

Tak hanya pahit, rasa pedas ekstrem juga sering diasosiasikan dengan pencari sensasi tinggi, salah satu ciri khas psikopatik ringan. Mereka yang gemar cabai super pedas atau saus berlevel tinggi mungkin bukan sekadar pecinta kuliner, tapi juga penikmat risiko.

BACA JUGA:Geger! Skandal Seks Rp195 Miliar Melibatkan 9 Biksu Thailand, Sumbangan Umat jadi Fokus

Daging Setengah Matang: Simbol Primal?

Dalam dunia fiksi kriminal, psikopat sering digambarkan memakan daging mentah atau setengah matang. Karakter Hannibal Lecter dalam film The Silence of the Lambs adalah contoh paling ikonik. Tentu, ini bukan bukti ilmiah, tetapi dalam psikologi evolusioner, preferensi terhadap daging merah—apalagi dalam kondisi mentah—kadang dikaitkan dengan sisi primal manusia yang agresif dan dominan.

Namun, tentu tak semua pemakan steak medium rare adalah psikopat. Jangan buru-buru menilai teman makan malam Anda hanya karena dia memesan dagingnya "rare".

BACA JUGA:Padel, Olahraga dengan Harga Selangit Tapi Bikin Nagih

Fast Food dan Kepuasan Instan

Psikopat dikenal dengan sifat impulsif dan haus akan kepuasan instan. Dalam konteks makanan, ini bisa berarti ketertarikan pada fast food—makanan cepat saji yang tinggi lemak, garam, dan gula. Mudah didapat, cepat dinikmati, dan memberi "ledakan" rasa tanpa perlu menunggu lama.

Namun, sekali lagi, siapa yang tak suka burger panas di tengah malam? Preferensi makanan tak bisa dijadikan satu-satunya indikator kepribadian.

BACA JUGA:Viral karena Jokowi, Gajah sebagai Logo: PSI Dibalik Fakta

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait