Jangan Mencela Makanan: Teladani Adab Makan Rasulullah SAW
Ilustrasi larangan mencela makanan--
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Islam mengajarkan adab mulia agar kita menjaga lisan. Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan, bahkan jika beliau tidak menyukainya, beliau hanya meninggalkan tanpa komentar negatif.
Sikap ini bukan sekadar sopan santun, tetapi juga mencerminkan akhlak terpuji yang membawa keberkahan.
Mari kita pelajari larangan mencela makanan serta adab makan yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW agar bisa diterapkan dalam kehidupan modern.
Larangan Mencela Makanan
Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi disebutkan hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim.
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ: مَا عَابَ رَسُوْلُ اللَّهِ ﷺ طَعَامَاً قَطُّ ، إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ ، وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ . متفقٌ عَلَيْهِ .
Artinya: "Dari Abu Hurairah dia berkata, 'Rasulullah tidak pernah mencela makanan sama sekali, jika beliau menyukainya maka beliau memakannya, dan jika beliau tidak suka terhadapnya, maka beliau meninggalkannya'." (HR Muttafaq 'alaih)
BACA JUGA:
- 5 Amalan Doa Nabi Yusuf untuk Mengembalikan Seri Wajah dan Menyejukkan Hati
- Dzikir dan Doa setelah Sholat Tahajud agar Cepat Dikabulkan Allah
Hadits ini menegaskan pentingnya menjaga lisan. Mengkritik makanan dapat menyakiti hati yang menyiapkan, bahkan bisa menjadi bentuk tidak bersyukur atas rezeki Allah.
Riwayat lain dari Jabir RA menambahkan contoh indah. Suatu ketika, Rasulullah hanya disuguhi cuka. Beliau pun tetap menikmatinya.
"Dari Jabir bahwasanya Nabi pernah menanyakan lauk kepada keluarganya, maka mereka menjawab, 'Kami tidak mempunyai lauk kecuali cuka.' Beliau lalu memintanya dan makan berkuahkan cuka, kemudian beliau bersabda, 'Sebaik-baik lauk adalah cuka, sebaik-baik lauk adalah cuka'." (HR Muslim)
Dari sini kita belajar menghargai makanan sederhana sekalipun.
Adab Makan yang Dicontohkan Rasulullah SAW
1. Mengawali dengan Basmalah dan Menutup dengan Hamdalah
Rasulullah SAW bersabda, "Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah dia membaca basmalah! Jika di awal dia lupa membaca basmalah, maka hendaklah dia mengucapkan Bismillahi awwalahu wa akhirahu (Dengan menyebut nama Allah pada awalnya dan pada akhirnya)." (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi. At-Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan shahih)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: