Kantor PT GoTo Digeledah Kejagung, Buntut Skandal Korupsi Chromebook Rp9,9 Triliun
Kantor PT GoTo digeledah penyidik Kejagung buntut korupsi Chromebook Rp9,9 triliun--goto
Hal ini memicu dugaan adanya campur tangan untuk mengarahkan pengadaan kepada pihak tertentu.
Total anggaran untuk pengadaan ini mencapai Rp9,9 triliun, yang terdiri dari:
- Rp3,5 triliun untuk pengadaan perangkat TIK,
- Rp6,3 triliun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
Harli menyebut, bukti-bukti yang terkumpul menunjukkan adanya permufakatan jahat dalam proses tersebut.
Tim teknis baru diduga diarahkan secara sengaja agar menggunakan Chromebook, bukan karena kebutuhan, tetapi karena kepentingan tertentu.
BACA JUGA:7 Kebiasaan Sepele di Kantor yang Bisa Jadi Awal Mula Selingkuh, Waspadai Tandanya!
Saat ditanya apakah ada uang atau aset lain yang disita dalam penggeledahan kantor GoTo, Harli menjawab diplomatis. “Masih dalam proses pengecekan. Nanti kita tunggu saja,” ucapnya.
Kejagung menegaskan penyidikan akan terus berlanjut dan tidak menutup kemungkinan akan ada pihak lain yang dipanggil dan diperiksa dalam waktu dekat.
Kasus ini telah menyita perhatian luas karena menyangkut dana triliunan rupiah yang semestinya digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Apabila benar terbukti ada praktik korupsi, maka kasus ini akan menjadi salah satu skandal pendidikan terbesar dalam sejarah Indonesia.
Langkah Kejagung menyasar kantor GoTo menjadi sinyal bahwa penyidikan tidak pandang bulu, termasuk terhadap perusahaan besar yang selama ini dikenal aktif di bidang teknologi dan digitalisasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: