Kantor PT GoTo Digeledah Kejagung, Buntut Skandal Korupsi Chromebook Rp9,9 Triliun
Kantor PT GoTo digeledah penyidik Kejagung buntut korupsi Chromebook Rp9,9 triliun--goto
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung) kembali mengungkap babak baru dalam penyidikan kasus korupsi besar-besaran pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan.
Kali ini, kantor PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) yang berada di Gedung Pasaraya Blok M, lantai 6–7, Jakarta Selatan, menjadi sasaran penggeledahan pada Selasa, 8 Juli 2025.
Langkah Kejagung ini menandai keseriusan dalam membongkar dugaan korupsi senilai hampir Rp10 triliun, yang disebut-sebut melibatkan sejumlah pihak dalam rantai pengadaan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di sektor pendidikan.
BACA JUGA:Bacaan Niat dan Tata Cara Mandi Jumat Sesuai Sunnah dan Hukumnya
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, membenarkan adanya penggeledahan tersebut. "Penyidik benar telah melakukan serangkaian upaya penggeledahan dan melakukan penyitaan terhadap berbagai barang bukti," ujar Harli, Jumat (11/7/2025).
Barang bukti yang disita meliputi dokumen penting dan perangkat elektronik seperti flashdisk, yang diharapkan dapat memperjelas keterlibatan pihak-pihak terkait dalam kasus ini.
Saat ini, proses verifikasi dan analisis barang bukti masih berlangsung.
“Kami harapkan barang bukti ini dapat memperkuat pembuktian dalam proses penyidikan,” lanjut Harli.
Penggeledahan di kantor GoTo dilakukan karena diduga adanya keterkaitan perusahaan tersebut dengan proses pengadaan barang dan jasa, khususnya Chromebook yang digunakan dalam program digitalisasi pendidikan Kemendikbudristek tahun 2019–2022.
Seperti diketahui, program tersebut merupakan bagian dari rencana Kemendikbud untuk memberikan bantuan perangkat TIK kepada sekolah-sekolah di seluruh Indonesia guna mendukung Asesmen Kompetensi Minimum (AKM).
Namun, dalam pelaksanaannya, proyek ini diduga penuh rekayasa spesifikasi dan tidak berdasarkan kebutuhan riil.
BACA JUGA:Terobosan Baru! 40 Sekolah Swasta di Jakarta Gratis Mulai Tahun Ajaran 2025/2026
“Ada indikasi persekongkolan dalam proses pengadaan yang mengarahkan penggunaan laptop berbasis OS Chromebook,” ungkap Harli.
Awalnya, tim teknis merekomendasikan sistem operasi Windows berdasarkan pengalaman uji coba. Namun, spesifikasi tersebut diubah menjadi OS Chromebook tanpa alasan teknis yang kuat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: