Kasus Keracunan Makanan Program MBG Terjadi Lagi, 121 Siswa di PALI Sumsel Jadi Korbannya

Kasus Keracunan Makanan Program MBG Terjadi Lagi, 121 Siswa di PALI Sumsel Jadi Korbannya

Siswa SD Keracunan makanan program MBG di Sumsel--

PALI, RADARPENA.CO.ID - Sebanyak 121 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (5/5/2025). 

Dinas Kesehatan (Dinkes) PALI saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab insiden tersebut.

Menurut data terbaru dari Dinkes PALI, para siswa yang diduga keracunan berasal dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Laporan terkini menunjukkan 121 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di PALI mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG," ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sumsel, Deddy Irawan,  dikutip radarpena.co.id Kamis (8/5/2025).

BACA JUGA:Harga Sewa Rusun Jagakarsa Rp1.8 Juta, Sudah Layak?

Gejala yang dialami para siswa meliputi mual, muntah, dan pusing. Saat ini, sebanyak 50 dari 121 siswa telah diperbolehkan pulang karena kondisinya mulai membaik setelah mendapat perawatan medis.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Radarpena (@radarpena.co.id)

"Sebanyak 50 siswa sudah diperbolehkan pulang malam ini. Namun, 71 lainnya masih menjalani observasi lanjutan di fasilitas kesehatan," kata Deddy.

Merespons kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan langsung menerjunkan tim surveilans dan pusat krisis ke lokasi.

Tim ini akan bekerja sama dengan Dinkes PALI untuk menyelidiki secara menyeluruh penyebab dugaan keracunan massal ini.

Insiden tersebut terjadi setelah para siswa mengonsumsi makanan MBG antara pukul 11.00 hingga 12.00 WIB pada Senin siang (5/5/2025). Mereka kemudian dilarikan ke RSUD Talang Ubi dan sejumlah Puskesmas terdekat untuk penanganan medis.

BACA JUGA:Viral Babi Dimandikan di Pinggir Jalan Pantura Indramayu: Air Mengalir ke Sawah Itu Najis!

Diketahui, program MBG di wilayah PALI mulai diluncurkan pada Februari 2025. Program ini dikelola oleh satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekitar 3.000 siswa dari sejumlah sekolah di kabupaten tersebut.

"Program ini sudah berjalan sejak sebelum Ramadan. Satu SPPG menaungi sekitar 3.000 siswa dari berbagai sekolah," jelas Deddy.

Dinas Kesehatan Sumsel menegaskan akan terus memantau perkembangan kasus dan memastikan investigasi berjalan secara transparan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait