Gedung Putih Kepincut MBG Prabowo! Kok Bisa?
Gedung Putih Kepincut MBG Prabowo! Kok Bisa?--
Radarpena.co.id - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah Indonesia kini menjadi perhatian dan dipelajari oleh para pakar internasional, termasuk dari Gedung Putih Amerika Serikat. Program ini dinilai sebagai investasi sosial dan ekonomi yang strategis untuk mewujudkan generasi emas Indonesia.
Prabowo mengungkapkan bahwa para ahli dari Gedung Putih tengah mempelajari pelaksanaan MBG di Indonesia. Beberapa bulan sebelumnya, Rockefeller Institute juga menilai MBG sebagai investasi terbaik yang dapat dilakukan sebuah negara.
"Satu rupiah yang kita keluarkan untuk MBG minimal kembali lima kali," kata Prabowo. [
Pengakuan internasional ini menjadi bukti bahwa program MBG yang digagas Prabowo memiliki dampak positif yang signifikan bagi pembangunan Indonesia.
Prabowo menjelaskan bahwa MBG merupakan bagian dari upaya besar mewujudkan swasembada pangan dan energi, sekaligus mengubah aliran ekonomi agar lebih banyak berputar dari desa, bukan tersedot ke kota maupun ke luar negeri.
"Kita harus mengubah aliran uang dari desa ke kota dan ke luar negeri. Kita harus hentikan antara lain dengan MBG," tegas Prabowo.
Dengan memberdayakan petani dan UMKM lokal sebagai pemasok bahan pangan, program MBG dapat meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan mengurangi kesenjangan ekonomi.
BACA JUGA:Kemenag Protes: Sekolah Nyaris 100% Dapat MBG, Pondok Pesantren Gigit Jari
Hasilkan Jutaan Lapangan Kerja
Prabowo juga menyoroti dampak ekonomi nyata dari program MBG. Hingga kini, sebanyak 22.275 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi, dengan tambahan 13.829 dapur dalam proses pengajuan.
Setiap dapur melibatkan pemasok bahan pangan lokal, mulai dari sayuran, ikan, ayam hingga daging, yang menyerap tenaga kerja di tingkat desa.
Jika cakupan MBG mencapai target 82 juta penerima manfaat paling lambat Desember 2026, program ini berpotensi menciptakan sekitar 3 hingga 5 juta lapangan kerja.
"Saat ini saja MBG telah menghasilkan sekitar satu juta lapangan pekerjaan," kata Prabowo.
Prabowo mengungkapkan bahwa hingga saat ini program MBG telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat dalam kurun waktu satu tahun.
Capaian tersebut melampaui berbagai prediksi pesimistis yang meragukan kemampuan Indonesia menjalankan program berskala besar tanpa masalah serius.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: