Belum Penuhi Standar yang Ditetapkan, Ratusan SPBB di NTB Ditutup BGN!

 Belum Penuhi Standar yang Ditetapkan, Ratusan SPBB di NTB Ditutup BGN!

Kepala BGN Dadan Hindayana luruskan isu menu buruk viral.--

radarpena.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadapi evaluasi besar. Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara operasional 302 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena belum memenuhi standar penting terkait keamanan pangan.

Ketua Satgas MBG NTB, Fathul Gani, membenarkan keputusan tersebut. Ia menyebut penghentian operasional berlaku untuk ratusan SPPG yang tersebar di seluruh wilayah NTB.

"Ya, benar. Totalnya ada 302 SPPG yang ditutup sementara operasional-nya," jelas Fathul, Selasa, 31 Maret 2026, dikutip Antara.

BGN menetapkan keputusan ini melalui surat resmi Nomor 1218/D.TWS/03/2026 tertanggal 31 Maret 2026. Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN, Rudi Setiawan, menandatangani langsung kebijakan tersebut di Jakarta.

Fathul Gani mengungkapkan dua alasan utama yang mendorong penghentian operasional ini. Pertama, banyak SPPG belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kedua, sejumlah fasilitas belum dilengkapi Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) sesuai standar.

"Mempertimbangkan risiko yang dapat ditimbulkan terhadap kualitas produksi, mutu gizi, dan keamanan pangan, maka BGN memutuskan menutup sementara operasional SPPG," kata Asisten I Sekda Provinsi NTB tersebut.

Peringatan Sudah Diberikan, Namun Diabaikan

Sebelum mengambil langkah tegas, BGN sebenarnya telah memberikan peringatan kepada seluruh pengelola SPPG. Pihak BGN meminta agar setiap unit segera melengkapi persyaratan SLHS dan IPAL.

Namun, sebagian mitra tidak menindaklanjuti imbauan tersebut. Kondisi ini akhirnya mendorong BGN untuk menghentikan operasional sementara demi menjaga kualitas layanan.

"SPPG yang ditutup sementara ini tersebar di seluruh wilayah NTB," ujarnya.

Masih Ada Kesempatan untuk Beroperasi Kembali

Meski bersifat tegas, kebijakan ini tetap memberi ruang perbaikan. BGN membuka peluang bagi mitra SPPG untuk kembali beroperasi setelah memenuhi seluruh persyaratan administratif dan teknis.

"Pencabutan status pemberhentian operasional sementara hanya dapat dilakukan setelah SPPG menyerahkan bukti perbaikan dan dokumen pendukung yang sah. Selama itu belum bisa dipenuhi maka penutupan sementara tetap diberlakukan," kata dia.

Program MBG Dinilai Krusial untuk Generasi Mendatang

Fathul Gani mengingatkan bahwa program MBG bukan sekadar pembagian makanan. Program ini menyentuh kebutuhan dasar anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Ia meminta seluruh mitra serius dalam memenuhi standar yang ditetapkan. Selain itu, pemerintah kabupaten dan kota juga diharapkan ikut mengawasi kualitas layanan di lapangan.

"Kita harap ini menjadi perhatian bersama, terutama dalam aspek keamanan pangan dan kualitas layanan kepada penerima manfaat MBG," katanya.

Kesimpulan

Langkah tegas BGN menutup sementara ratusan SPPG di NTB menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga standar keamanan pangan. Ke depan, perbaikan fasilitas dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi kunci agar program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal dan tepat sasaran.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait