Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Buntut Serang Israel ke Lebanon

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Buntut Serang Israel ke Lebanon

Italia siapkan 4 kapal tempur untuk bersihkan ranjau di Selat Hormuz.--

radarpena.co.id - Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Lebanon.

Sedikitnya 112 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya terluka dalam gelombang serangan yang disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa waktu terakhir.

Serangan yang menyasar sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Beirut, memicu kepanikan warga. Data sementara dari otoritas kesehatan setempat mencatat 837 orang mengalami luka-luka akibat gempuran tersebut.

BACA JUGA:Gas Pol! Fajar/Fikri Amankan Tiket Perempat Final BAC 2026 Usai Tekuk Wakil Tuan Rumah

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyebut operasi ini sebagai serangan terkoordinasi yang menargetkan ratusan anggota Hizbullah di berbagai pusat komando.

“Ini adalah pukulan besar bagi Hizbullah,” ujarnya.

Militer Israel mengklaim telah menghantam lebih dari 100 target strategis hanya dalam hitungan menit, termasuk wilayah selatan Beirut, Lebanon selatan, hingga Lembah Bekaa.

Di tengah eskalasi konflik, muncul laporan dari media Iran yang menyebut Iran kembali menutup Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Namun, laporan tersebut langsung dibantah oleh Gedung Putih. Juru bicara Karoline Leavitt menegaskan bahwa aktivitas pelayaran di selat tersebut masih berlangsung normal.

“Kami justru melihat peningkatan lalu lintas kapal hari ini,” ujarnya.

BACA JUGA:Jaringan Internasional Penyelundupan Komodo ke Thailand Terbongkar, Polisi Tangkap Pelaku di Flores

Data pelacakan menunjukkan kapal tanker tetap melintas, menandakan jalur perdagangan global itu belum sepenuhnya terganggu.

Netanyahu Tegas: Serangan Akan Berlanjut

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer terhadap Hizbullah tidak akan dihentikan.

“Kami akan terus menyerang di mana pun diperlukan demi keamanan warga Israel,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait