Viral Video Mahasiswa UI Diarak Massa, Buntut Skandal Grup Chat

Viral Video Mahasiswa UI Diarak Massa, Buntut Skandal Grup Chat

Geger Skandal Grup Chat FH UI, Massa Arak Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Kampus--lambegosip

radarpena.co.id - Jagat media sosial baru-baru ini diguncang oleh rekaman video amatir yang memperlihatkan ketegangan luar biasa di area kampus Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), Depok. Dalam video yang viral tersebut, massa terlihat mengerumuni dan mengarak dua orang mahasiswa yang diduga kuat terlibat dalam kasus kekerasan seksual verbal.

Aksi massa ini merupakan puncak kemarahan mahasiswa menyusul terbongkarnya skandal grup percakapan (group chat) yang melibatkan belasan mahasiswa. Sebanyak 14 mahasiswa diduga menjadikan platform digital tersebut sebagai ruang untuk melontarkan pelecehan verbal terhadap rekan sesama mahasiswa hingga dosen.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari platform X (dahulu Twitter), aksi massa meletus usai pihak kampus melakukan pemeriksaan internal terhadap para terduga pelaku. Suasana riuh menyambut dua mahasiswa berkemeja putih saat mereka keluar dari gedung pemeriksaan.

"Keos banget ini pelaku KS (Kekerasan Seksual) FHUI diarak massa," tulis keterangan dalam salah satu unggahan video yang tersebar luas.

BACA JUGA:Menguak Misteri Jam 31.30: Antara Mitos, Imajinasi, dan Bisikan Dunia Tak Terlihat

BACA JUGA:Viral Tenaga Medis Buka Google Saat Periksa Pasien, Profesionalitas Puskesmas Tarumajaya Dipertanyakan

Sorakan massa pecah ketika para terduga pelaku melintas di area publik kampus. Keduanya tampak hanya bisa menunduk dan bungkam seribu bahasa di tengah desakan massa yang menuntut keadilan. Meski situasi memanas, pihak keamanan kampus dan staf universitas bersiaga ketat guna mencegah aksi anarkis sekaligus menjaga situasi tetap kondusif di bawah tekanan publik yang masif.

Netizen pun tidak tinggal diam. Komentar pedas membanjiri jagat maya yang menyayangkan tindakan para pelaku. Banyak pihak menilai perilaku tersebut sangat ironis, mengingat mereka adalah mahasiswa hukum yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjunjung tinggi hak asasi manusia dan etika.

Skandal memalukan ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun anonim @sampahfhui. Akun tersebut membongkar aktivitas gelap grup percakapan yang berisi konten objektivikasi seksual secara ekstrem. Para anggota grup diduga menggunakan kata-kata yang sangat tidak pantas untuk melecehkan orang-orang di lingkungan fakultas, termasuk tenaga pendidik.

Aksi ini memicu kemarahan kolektif karena dilakukan secara sistematis dalam kurun waktu yang cukup lama. Ketimpangan relasi kuasa disinyalir menjadi celah yang membuat para pelaku merasa aman melakukan tindakan amoral tersebut melalui layar ponsel.

BACA JUGA:Viral! Video JK Sebut Bunuh Orang Islam Syahid Bikin Gaduh, Ormas Kristen Langsung Bereaksi Keras!

BACA JUGA:Tragis! Balita Hipotermia di Puncak Ungaran, Tim SAR Lakukan Penyelamatan Darurat

BEM FH UI Kutuk Keras, Desak Pengusutan Tuntas

Merespons situasi yang kian tak terkendali, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH UI bersama organisasi kemahasiswaan lainnya segera mengeluarkan pernyataan sikap resmi. Mereka menegaskan tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi pelaku kekerasan seksual di lingkungan kampus.

BEM FH UI merujuk pada regulasi ketat dalam Permendikbudristek No. 55 Tahun 2024. Mereka mendefinisikan kekerasan seksual mencakup setiap perbuatan yang merendahkan, menghina, dan menyerang tubuh seseorang akibat ketimpangan relasi gender maupun kuasa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait