30 Politisi Demokrat Kompak BOIKOT Pidato Kenegaraan Donald Trump

30 Politisi Demokrat Kompak BOIKOT Pidato Kenegaraan Donald Trump

30 Politisi Demokrat Kompak BOIKOT Pidato Kenegaraan Donald Trump--

Radarpena.co.id - Ketegangan politik di Amerika Serikat mencapai titik didih baru pada Selasa, 24 Februari 2026. Sebanyak 30 legislator dari Partai Demokrat secara resmi memboikot pidato kenegaraan State of the Union yang disampaikan oleh Presiden Donald Trump di Gedung Capitol, Washington.

Aksi ini bukan sekadar protes biasa, melainkan pernyataan perang politik terbuka menjelang Pemilu Sela yang akan digelar November mendatang.

Alih-alih mendengarkan pidato presiden, para politisi ini memilih menggelar acara tandingan bertajuk "People’s State of the Union" di luar area Capitol.

Langkah ekstrem ini diambil sebagai bentuk mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Trump yang dianggap semakin memecah belah bangsa.

"Presiden telah mengubah institusi terhormat ini menjadi bahan ejekan. Dia tidak pantas mendapatkan kehadiran kami, apalagi audiens kami," tegas Senator Chris Murphy dalam pidato di acara tandingan tersebut.

Suasana di dalam ruang sidang semakin mencekam ketika Al Green, anggota Dewan Perwakilan dari Texas, melakukan aksi protes tunggal.

Green berdiri sambil mengangkat poster provokatif bertuliskan "Black people aren’t apes" (Orang kulit hitam bukan kera).

Aksi ini merupakan respons atas skandal unggahan di akun media sosial Trump yang menggambarkan Barack dan Michelle Obama secara rasis sebelum akhirnya dihapus oleh Gedung Putih.

Akibat aksinya yang menginterupsi jalannya sidang, Green langsung dikawal keluar dengan paksa oleh petugas keamanan.

Kejadian ini memicu kontras yang tajam di dalam ruangan: pendukung Partai Republik terus meneriakkan yel-yel "USA! USA!".

Sementara mayoritas anggota Demokrat yang hadir hanya duduk terdiam tanpa memberikan apresiasi sedikit pun.

BACA JUGA:Trump Umumkan Tarif Impor Global 10 Persen Usai Mahkama Agung AS Batalkan Kebijakan Lama

Klaim Ekonomi Trump di Tengah Gejolak Politik

Di mimbar utama, Donald Trump tampak tidak terganggu oleh kursi-kursi kosong di hadapannya.

Ia justru gencar mempromosikan pencapaian ekonominya yang ia klaim sebagai "a turnaround for the ages" (titik balik bersejarah).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait