Apa Itu Filisida? Mengenal Istilah di Balik Kasus Tragis Anak Tewas di Tangan Ibu Tiri di Sukabumi

Apa Itu Filisida? Mengenal Istilah di Balik Kasus Tragis Anak Tewas di Tangan Ibu Tiri di Sukabumi

Ibu yang membunuh anak tirinya di Sukabumi--

radarpena.co.id - Tragedi memilukan kembali mengguncang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Seorang anak laki-laki berinisial N (12) meregang nyawa yang diduga akibat penganiayaan oleh ibu tirinya.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) secara spesifik mengategorikan kasus ini sebagai Filisida.

Apa sebenarnya filisida dan mengapa fenomena ini begitu berbahaya bagi ketahanan keluarga di Indonesia? Berikut ulasan lengkapnya.

BACA JUGA:Mushroom & Soya Kebab: Resep Vegetarian India Lezat untuk Menu Iftar Ramadan 2026

KPAI: Kasus Surade Sukabumi adalah Filisida

Anggota KPAI, Diyah Puspitarini, mengonfirmasi bahwa kekerasan berujung maut di Surade, Sukabumi, masuk dalam kategori pembunuhan anak oleh orang tua atau orang terdekat yang berperan sebagai orang tua.

"Kasus di Surade... di mana anak berinisial N (12) dianiaya oleh ibu tiri termasuk dalam kasus filisida," ujar Diyah pada Minggu (22/2/2026).

Memahami Arti Filisida

Secara terminologi, Filisida adalah tindakan pembunuhan anak yang dilakukan oleh orang tua kandung, orang tua tiri, atau wali. Dalam perspektif perlindungan anak, ini merupakan bentuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tingkat berat yang sangat fatal.

BACA JUGA:Tempat Menonton Persib Bandung vs Persita di BRI Super League

Mengapa Orang Tua Bisa Melakukan Filisida?

KPAI menyoroti bahwa tindakan ini tidak terjadi begitu saja, melainkan sering kali merupakan puncak dari kekerasan yang berulang. Berikut adalah beberapa faktor pemicu utamanya:

  • Tekanan Ekonomi: Kesulitan finansial yang memicu stres berkepanjangan.
  • Masalah Psikologis: Regulasi emosi yang buruk atau riwayat trauma kekerasan di masa lalu.
  • Sentimen Pribadi: Munculnya rasa cemburu atau kecemasan berlebihan terhadap kehadiran anak.
  • Isolasi Sosial: Minimnya dukungan emosional dari lingkungan sekitar atau keluarga besar.

Kronologi Memilukan: Pulang Libur Pesantren Berakhir Duka

Peristiwa ini menyisakan luka mendalam. Korban N (12), yang sehari-harinya menimba ilmu di pesantren, pulang ke rumah di Surade untuk menikmati libur persiapan awal puasa.

BACA JUGA:SKANDAL PANAS! Korupsi Ekspor Rp 11 Triliun Guncang LPEI, Petinggi BNI Kini Diburu KPK?

Namun, momen hangat keluarga tersebut berubah menjadi tragedi:

Laporan Palsu: Ayah korban yang bekerja di Kota Sukabumi diminta pulang segera oleh istrinya dengan alasan sang anak "jatuh sakit".

Kondisi Kritis: Setibanya di rumah, korban segera dibawa ke RS Jampang Kulon.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait