Wali Kota Tangerang: PP Tunas Upaya Lindungi Anak dari Dampak Negatif Medsos
Ilustrasi dampak medsos pada anak--ist
radarpena.co.id - Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyambut baik kehadiran Peraturan Pemerintah (PP) Tunas sebagai langkah strategis dalam melindungi anak dari paparan konten negatif di media sosial.
Menurutnya, regulasi tersebut menjadi upaya penting untuk membatasi pengaruh konten tidak layak yang dapat berdampak buruk terhadap perkembangan anak di era digital.
“Kami sambut baik, karena PP Tunas memberikan perlindungan. Ini perlu kita bahas bersama agar anak-anak tidak terpengaruh oleh konten yang tidak layak,” ujar Sachrudin di Tangerang, Selasa.
Sachrudin menyoroti kondisi saat ini di mana banyak anak mulai mengalami ketergantungan terhadap gawai. Hal ini dinilai berdampak pada kemampuan interaksi sosial mereka yang semakin menurun.
BACA JUGA:Pelajar SMPN 19 Kota Tangerang Selatan Korban Bullying Tutup Usia
Ia menegaskan, perlindungan terhadap anak harus menjadi prioritas, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang tidak selalu berdampak positif.
Pemkot Siapkan Aturan Turunan
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Tangerang akan segera membahas kebijakan turunan untuk mengimplementasikan PP Tunas di tingkat daerah. Langkah ini dilakukan bersama dinas terkait agar regulasi tersebut dapat berjalan efektif.
“Segera kita bahas bersama agar bisa diimplementasikan untuk melindungi generasi masa depan,” katanya.
Layanan Konseling
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Tihar Sopian, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyediakan layanan konseling melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).
Layanan ini ditujukan bagi anak maupun keluarga yang mengalami permasalahan, termasuk kecanduan gawai. Konseling dapat diakses secara langsung maupun melalui sambungan telepon.
BACA JUGA:WFH ASN DKI Berlaku di Luar Rabu, Pemprov Ikuti Arahan Pusat
Ia berharap layanan ini dapat menjadi solusi preventif dalam mengurangi dampak negatif penggunaan gawai pada anak.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa kehadiran PP Tunas sangat penting untuk melindungi data pribadi anak di ruang digital.
Menurutnya, banyak kasus di berbagai negara menunjukkan bahwa data anak kerap dieksploitasi dan bahkan dimonetisasi secara tidak etis di platform media sosial.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: