Ahmad Sahroni Comeback ke Komisi III DPR! Warga Priok Bongkar Sisi Lain yang Ternyata Bikin Terharu!

Ahmad Sahroni Comeback ke Komisi III DPR! Warga Priok Bongkar Sisi Lain yang Ternyata Bikin Terharu!

Ahmad Sahroni kembali menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Di balik kritik medsos, warga Tanjung Priok bongkar kedermawanan aslinya yang luar biasa--

Radarpena.co.id - Panggung politik Senayan kembali memanas setelah Ahmad Sahroni resmi kembali menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Kabar ini langsung memicu perdebatan sengit di jagat maya. Namun, siapa sangka? Di balik kemewahan dan pengaruh politiknya, warga di gang-gang sempit Tanjung Priok justru mengungkap fakta yang sangat kontras dengan narasi negatif para netizen di media sosial.

Kembalinya sosok yang dijuluki "Crazy Rich Priok" ini dinilai banyak pihak sebagai penguat fungsi pengawasan terhadap institusi penegak hukum di Indonesia. Sebelum sempat dinonaktifkan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Sahroni memang dikenal sebagai "singa parlemen" yang tidak ragu menyikat kasus-kasus besar yang menjadi sorotan nasional.

Bikin Ciut Nyali Jenderal? Intip Rekam Jejak 'Vokal' Sahroni

Bukan Ahmad Sahroni namanya jika tidak berani bersuara lantang. Publik masih ingat betul bagaimana ia berdiri di garda terdepan saat kasus pembunuhan berencana yang didalangi mantan Kadiv Propam, Irjen Pol Ferdy Sambo, mencuat. Di tengah keraguan publik akan transparansi kepolisian, Sahroni mendesak agar Sambo segera diperlihatkan ke publik demi keadilan bagi Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Tak berhenti di sana, ia juga memberikan tekanan hebat dalam kasus penyelundupan sabu 1 ton yang menjerat Irjen Pol Teddy Minahasa. Sahroni secara tegas meminta Polri bertindak objektif tanpa melindungi "darah biru" di institusinya. Keberaniannya mengapresiasi langkah berani Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit dalam memproses hukum jenderal aktif menjadi bukti nyata komitmennya pada penegakan hukum.

Kontras! Di TikTok Dihujat, di Kebon Bawang Jadi Rebutan Selfie

Meski di platform seperti TikTok ia sering menjadi sasaran kritik tajam, pemandangan berbeda justru terlihat di RW 9 Kebon Bawang. Ketua RW setempat, Eka Kurniawan, memberikan pengakuan jujur mengenai karakter asli sang politisi saat berada di lingkungan rumahnya.

“Pak Sahroni bukan orang sombong. Dia bersedia meluangkan waktu untuk ngobrol bersama warga. Beberapa kali ngobrol tentang situasi di DPR RI, saya menilai keberpihakannya sangat kuat kepada masyarakat,” ujar Eka Kurniawan menceritakan keseharian Sahroni.

Aksi Heroik Pasca Musibah: Bagi Sembako Saat Rumah Baru Saja Dijarah

Ada satu cerita yang mungkin tidak pernah sampai ke telinga netizen. Eka menceritakan bahwa Sahroni pernah mengalami musibah penjarahan. Namun, alih-alih menutup diri atau merasa dendam, hanya tiga hari setelah kejadian tersebut, ia justru tetap turun ke jalan membagikan sembako untuk warga sekitar.

Kedermawanan ini bukan sekadar pencitraan sesaat. Setiap minggu, Sahroni rutin menyantuni anak yatim piatu dan menjalankan program Jumat Berkah. Hal inilah yang membuat warga heran mengapa banyak orang luar yang justru membencinya.

“Itu kan orang luar semua tidak tahu. Seperti yang di TikTok menjelekkan Pak Sahroni, itu karena mereka tidak mengenal lebih dalam Pak Sahroni,” tegas Eka dengan penuh pembelaan.

Saunah: "Jangan Zalimi Orang Baik!"

Tetangga dekatnya, Saunah dari RT 1 RW 9, juga tak tinggal diam melihat serangan netizen terhadap Sahroni. Ia menegaskan bahwa Sahroni adalah sosok jujur yang kontribusinya sangat nyata dalam pembangunan lingkungan sekitar mereka di Tanjung Priok.

“Ahmad Sahroni ini asli Kebon Bawang, orang yang banyak membantu. Tapi kok ada yang benci sama orang baik,” tutur Saunah dengan nada sedih. Ia pun meminta para pembenci di dunia maya untuk berhenti menzalimi sosok yang menurutnya telah berbuat banyak bagi masyarakat kecil.

Kembalinya Sahroni ke Komisi III bukan hanya soal jabatan, tapi juga soal harapan warga akan penegakan hukum yang tak pandang bulu. Akankah "nyali besar" Sahroni kembali mengguncang institusi penegak hukum di masa jabatan ini? Kita tunggu saja gebrakannya! (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait