Geger! Saiful Mujani Ajak Jatuhkan Presiden Prabowo, Politisi Golkar Cium Aroma Provokasi dan Makar?
Politisi Partai Golkar, Firman Soebagyo menyebut pernyataan Pengamat politik senior, Saiful Mujani yang mengajak untuk menggulingkan Presiden Prabowo Subianto berpotensi menimbulkan kontroversi dan kegaduhan di ruang publik. (Dok. Partai Golkar)--
Radarpena.co.id - Panggung politik tanah air mendadak panas membara! Pernahkah Anda membayangkan seorang pengamat senior secara terang-terangan mengajak masyarakat untuk menggulingkan pemimpin negara? Kabar mengejutkan datang dari Saiful Mujani yang secara blak-blakan melontarkan seruan kontroversial untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto. Sontak saja, pernyataan ini memicu kegaduhan luar biasa di ruang publik dan media sosial sejak Selasa, 7 April 2026.
Pernyataan berani dari tokoh lembaga survei senior ini tidak hanya sekadar kritik biasa, melainkan dianggap sebagai ancaman serius terhadap stabilitas nasional. Potongan video pidato Saiful Mujani yang viral setelah diunggah akun Instagram @leveenia memperlihatkan pandangan pesimisnya terhadap pemerintahan saat ini. Menurut Saiful, sudah tidak ada lagi harapan untuk perubahan dari dalam, sehingga ia menyimpulkan bahwa satu-satunya jalan realistis adalah dengan menjatuhkan sang presiden demi menyelamatkan bangsa.
Politisi Golkar Pasang Badan: Ini Berisiko Makar!
Menanggapi serangan verbal tersebut, politisi senior Partai Golkar, Firman Soebagyo, langsung angkat bicara dengan nada tinggi. Firman menilai ajakan Saiful Mujani sangat provokatif dan memiliki risiko hukum yang berat karena bisa ditafsirkan sebagai ajakan makar. Sebagai figur publik yang sudah malang melintang di dunia survei, Saiful seharusnya lebih bijak dan berhati-hati dalam berucap di hadapan massa.
Firman mengingatkan bahwa setiap tokoh publik memikul tanggung jawab besar atas kata-katanya. "Harus berhati-hati dalam berbicara di hadapan publik, apalagi sebagai tokoh lembaga survei yang sudah sangat senior," tegas Firman kepada wartawan. Ia menyayangkan narasi penggulingan kekuasaan ini muncul di tengah upaya pemerintah menjalankan roda pembangunan, yang mana justru berpotensi menimbulkan perpecahan di masyarakat.
Mekanisme Pemakzulan Tak Bisa Sembarangan
Bagi Anda yang bertanya-tanya apakah seorang presiden bisa dijatuhkan begitu saja, Firman Soebagyo yang juga anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI memberikan penjelasan hukum yang menohok. Proses pemakzulan presiden di Indonesia memiliki aturan main yang sangat ketat dan berlapis. Semua mekanisme tersebut sudah tertuang jelas dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, sehingga tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan keinginan segelintir pihak atau opini pengamat.
Firman menjelaskan bahwa seorang presiden hanya dapat dimakzulkan jika terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran hukum berat. "Prosesnya harus melalui tahapan di DPR, berlanjut ke Mahkamah Konstitusi (MK), hingga akhirnya diputuskan di MPR," jelas Anggota Komisi IV DPR RI tersebut. Dengan struktur hukum yang kuat ini, upaya provokasi untuk menjatuhkan pemimpin secara paksa jelas menabrak konstitusi negara.
Spekulasi Motif: Demi Posisi Tawar atau Kepentingan Tertentu?
Di balik narasi "menyelamatkan bangsa" yang diusung Saiful Mujani, muncul spekulasi liar mengenai motif sebenarnya. Firman Soebagyo menyebut bahwa publik kini mulai mempertanyakan apakah ada kepentingan tersembunyi atau upaya meningkatkan posisi tawar (bargaining position) di balik pernyataan ekstrem tersebut. Spekulasi ini menjadi bola panas yang terus bergulir di masyarakat, mengingat profil Saiful sebagai analis politik yang memiliki pengaruh besar.
Secara pribadi, Firman juga memberikan pandangan yang sangat realistis mengenai wacana pergantian kepemimpinan nasional secara paksa ini. Ia meyakini bahwa mengganti Presiden Prabowo saat ini bukanlah solusi yang tepat. "Tidak akan lebih baik," tegas Firman dengan penuh keyakinan. Alih-alih membawa perbaikan, penggulingan kekuasaan justru dianggap akan membawa ketidakpastian ekonomi dan politik yang lebih parah bagi rakyat Indonesia.
Video Kontroversial Saiful Mujani yang Viral
Dalam potongan video yang menjadi sumber kegaduhan, Saiful Mujani menyatakan bahwa menasihati Presiden Prabowo sudah tidak mungkin lagi dilakukan. Ia secara eksplisit bertanya kepada publik mengenai kemungkinan mengkonsolidasikan diri untuk menjatuhkan presiden. "Yang jalan hanya ini. Bisa nggak kita mengkonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo. Hanya itu... Itulah menyelamatkan, bukan menyelamatkan Prabowo tapi menyelamatkan diri kita dan bangsa ini," ungkap Mujani dalam video tersebut. - Anisha Aprilia -
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: