Gempa M 7,6 Bitung: Satu Warga Manado Tewas, Gedung KONI Runtuh, Presiden Prabowo Keluarkan Instruksi

Gempa M 7,6 Bitung: Satu Warga Manado Tewas, Gedung KONI Runtuh, Presiden Prabowo Keluarkan Instruksi

Tangkapan layar Gedung KONI yang runtuh--

radarpena.co.id - Duka menyelimuti Sulawesi Utara setelah gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,6 mengguncang tenggara Kota Bitung pada Kamis (2/4/2026) pagi. Selain merusak fasilitas publik, Basarnas mengonfirmasi adanya korban jiwa dan luka-luka dalam peristiwa dahsyat ini.

Laporan resmi dari Kantor SAR Manado menyebutkan seorang lansia berinisial DL (70) meninggal dunia. Korban yang merupakan warga Manado ini tidak sempat menyelamatkan diri saat gedung tempatnya berada runtuh akibat guncangan hebat.

"Korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara. Saat ini kami juga sedang mendalami laporan adanya dua warga lain yang terluka karena melompat dari bangunan saat gempa terjadi," ujar Juru Bicara Kantor SAR Manado, Nuriadin Gumeleng.

BACA JUGA:Ngeri! Ledakan SPBE Cimuning Hanguskan 14 Bangunan, Warga Menjerit Belum Ada Ganti Rugi!

Gedung KONI Sario Runtuh

Dampak fisik gempa M 7,6 ini terlihat nyata di pusat Kota Manado. Salah satu ikon olahraga, Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Utara, dilaporkan mengalami kerusakan berat dan runtuh di beberapa bagian.

Tim BPBD dan relawan kini tengah melakukan lokalisir area untuk memastikan tidak ada warga yang berada di sekitar reruntuhan bangunan yang rentan roboh susulan.

Warga Bitung Mengungsi

Sesaat setelah gempa, peringatan potensi tsunami memicu kepanikan di wilayah pesisir. Ribuan warga melakukan evakuasi mandiri sebagai langkah antisipasi:

  • Bitung: Arus warga menuju dataran tinggi sempat memadati jalanan.
  • Minahasa Tenggara: Desa-desa pesisir terpantau dikosongkan sementara oleh penghuninya.
  • Kondisi Terkini: Saat ini, aktivitas di Kota Manado mulai kembali normal, namun warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.

BACA JUGA:Buntut Dugaan Penyimpangan Perkara, Aspidum Kejati Jatim Resmi Dicopot Kejagung!

Presiden Prabowo Instruksikan Penanganan Darurat Kilat

Merespons bencana besar ini, Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi langsung dari Jakarta. Presiden meminta BNPB, BMKG, dan Basarnas segera mengirimkan bantuan logistik dan personil ke lokasi terdampak di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Kepala BNPB, Suharyanto, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas mutlak.

"Bapak Presiden memerintahkan agar logistik, makanan, pakaian, hingga air bersih segera sampai ke tangan masyarakat terdampak," tegasnya.

4 Langkah Strategis Pemerintah Saat Ini

Pemerintah telah mengaktifkan status tanggap darurat dengan langkah-langkah berikut:

  1. Aktivasi Posko Darurat: Dibangun di setiap titik terdampak untuk koordinasi bantuan.
  2. Verifikasi Kerusakan: Tim asesmen mendata rumah warga dan fasilitas umum yang rusak untuk proses ganti rugi.
  3. Operasi SAR Khusus: Pencarian intensif dilakukan untuk memastikan tidak ada korban yang tertimbun reruntuhan.
  4. Bantuan Dana Stimulan: Pemerintah berkomitmen memberikan penggantian aset rumah yang rusak akibat gempa.

BACA JUGA:Diplomasi Unik! Presiden Prabowo 'Sihir' Korea Selatan Lewat Kejutan Baju Anjing

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Cek kondisi bangunan Anda! Jika terdapat retakan besar pada struktur rumah, disarankan untuk tidak masuk terlebih dahulu hingga dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait