SBY Pakai Baret Biru! Momen Haru Bareng Presiden Prabowo Lepas 3 Ksatria TNI yang Gugur di Lebanon
SBY dan Prabowo melepas 3 Anggota TNI yang gugur di Lebanon - ANTARA - --
Radarpena.co.id - Suasana duka yang mendalam menyelimuti Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu malam. Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan kejutan emosional dengan hadir mengenakan baret biru khas pasukan perdamaian PBB. Kehadiran tokoh bangsa ini bertujuan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada tiga prajurit terbaik TNI yang gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon.
Momen ini menjadi sangat langka dan penuh makna karena memperlihatkan dua tokoh besar, SBY dan Presiden Prabowo Subianto, berdiri berdampingan dalam satu barisan kehormatan. Keduanya tampak tegar namun tak kuasa menyembunyikan rasa kehilangan saat peti jenazah para pahlawan perdamaian ini bersiap untuk diterbangkan ke rumah duka masing-masing.
Simbol Baret Biru SBY: Pesan Mendalam Sang Mantan Pasukan Perdamaian
Keputusan SBY mengenakan baret biru bukan tanpa alasan. Jenderal purnawirawan ini memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengan misi penjaga perdamaian (UN peacekeeping force). Sejarah mencatat, pada tahun 1995–1996, SBY pernah mengemban tugas berat sebagai Chief Military Observer di Bosnia-Herzegovina. Saat itu, beliau memimpin 650 perwira dari 29 negara berbeda.
Mengenakan setelan jas hitam yang dipadu dengan baret biru muda, SBY tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB. Kehadirannya menyusul momen penghormatan yang sebelumnya telah dilakukan oleh Presiden Prabowo. Berdiri tegak di samping sang Presiden, SBY seolah ingin menyampaikan pesan bahwa pengabdian di bawah bendera PBB adalah tugas suci yang penuh risiko sekaligus kehormatan tinggi.
Prosesi Pengusungan Peti Jenazah: Penghormatan Tertinggi Negara
Dalam barisan kehormatan yang sangat eksklusif tersebut, tampak hadir pula Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Mereka semua mengikuti prosesi pengusungan peti jenazah dengan khidmat. Ketiga prajurit yang gugur dalam tugas ini mendapatkan penghormatan militer penuh sebelum akhirnya diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga.
Kenaikan pangkat luar biasa anumerta diberikan kepada para mendiang sebagai bentuk apresiasi negara atas dedikasi mereka. Ketiga ksatria tersebut adalah:
- Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar
- Sersan Kepala Anumerta Muhammad Nur Ichwan
- Kopral Dua Anumerta Farizal Rhomadhon
Satu per satu peti jenazah diusung oleh pasukan TNI menuju pesawat yang telah bersiaga di apron Bandara Soekarno-Hatta. Keheningan malam di bandara internasional tersebut seolah menjadi saksi bisu betapa mahalnya harga sebuah perdamaian dunia yang harus dibayar dengan nyawa prajurit-prajurit terbaik bangsa.
Diterbangkan ke Jawa Tengah dan Jawa Barat: Perjalanan Pulang Sang Pahlawan
Negara mengerahkan pesawat angkut militer terbaik untuk mengantarkan para jenazah ke kampung halaman. Dua peti jenazah milik Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon diterbangkan menuju Yogyakarta menggunakan pesawat Hercules C-130J milik TNI AU.
Setibanya di Yogyakarta, perjalanan berlanjut menuju rumah duka masing-masing. Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan akan dimakamkan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sementara itu, Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon menuju Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Di sisi lain, jenazah Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar diterbangkan menggunakan pesawat CN-295 dengan tujuan Bandung, untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka di Kota Cimahi, Jawa Barat. Kepergian mereka meninggalkan duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi bagi seluruh rakyat Indonesia. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: