Gempuran Dahsyat Israel di Lebanon: 100 Lokasi Hancur dalam 10 Menit!

Gempuran Dahsyat Israel di Lebanon: 100 Lokasi Hancur dalam 10 Menit!

Israel serang 100 lokasi di Lebanon dalam 10 menit setelah gencatan senjata AS-Iran.--

radarpena.co.id – Eskalasi militer kembali memanas di Timur Tengah. Hanya berselang beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, tentara Israel melancarkan serangan udara besar-besaran di wilayah Lebanon, Rabu, 8 April 2026.

Militer Israel mengklaim telah menghantam lebih dari 100 lokasi hanya dalam kurun waktu 10 menit.

Serangan terkoordinasi ini merupakan yang terbesar sejak dimulainya operasi militer saat ini di Lebanon. Pihak militer menyatakan bahwa bombardir tersebut menyasar berbagai titik di Beirut, Lembah Beqaa, dan wilayah Lebanon selatan.

Menurut pernyataan resmi militer, target serangan mencakup pusat komando, kendali, serta infrastruktur yang mereka tuduh sebagai basis Hizbullah untuk menyerang target-target Israel. Hingga saat ini, pihak Hizbullah belum memberikan komentar resmi terkait klaim tersebut.

Kontradiksi gencatan senjata dan Realita di Lapangan

Serangan mematikan ini memicu tanda tanya besar bagi upaya perdamaian kawasan. Pasalnya, AS dan Iran baru saja menyepakati gencatan senjata dua minggu pada hari Selasa. Kesepakatan ini sebenarnya bertujuan membuka jalan bagi perdamaian akhir guna mengakhiri perang yang berkecamuk sejak 28 Februari lalu.

Meskipun mediator dari Pakistan menyatakan bahwa kesepakatan damai tersebut juga mencakup wilayah Lebanon, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru membantahnya.

"Para mediator Pakistan mengatakan gencatan senjata tersebut mencakup Lebanon, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan tidak," lapor media setempat.

Sejauh ini, Hizbullah dilaporkan tetap mematuhi aturan gencatan senjata tersebut meskipun pasukan Israel terus melancarkan serangan udara maupun darat.

Dampak Kemanusiaan di Sidon

Tragedi kemanusiaan kembali terjadi pasca gempuran terbaru ini. Media Lebanon melaporkan setidaknya delapan orang tewas dan 22 lainnya luka-luka akibat serangan Israel yang menyasar kota Sidon di Lebanon selatan pada hari Rabu.

Kondisi ini menambah daftar panjang korban konflik di Lebanon. Otoritas kesehatan setempat mencatat bahwa setidaknya 1.530 orang telah kehilangan nyawa dan 4.812 lainnya mengalami luka-luka sejak eskalasi meningkat.

Meskipun gencatan senjata sempat berlaku sejak November 2024, ketegangan lintas perbatasan yang dipicu serangan pada 2 Maret lalu membuat stabilitas di Lebanon selatan terus terancam. Ribuan warga kini berada dalam bayang-bayang ketakutan di tengah ketidakpastian diplomasi internasional.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait