Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Kopral Rico Pramudia Meninggal usai Sebulan Berjuang di RS Beirut
Kopral Rico Pramudia--
Radarpena.co.id - Kabar duka datang dari misi perdamaian Indonesia di Lebanon. Kopral Rico Pramudia, prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), dinyatakan gugur setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Beirut, Jumat (24/4/2026).
Kepergian prajurit berusia 31 tahun itu menambah daftar panjang pengorbanan personel Indonesia dalam menjalankan misi perdamaian dunia. Kabar wafatnya Rico langsung diumumkan UNIFIL melalui pernyataan resmi yang menegaskan duka mendalam atas kehilangan tersebut.
“UNIFIL menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan kolega Kopral Pramudia serta Tentara Indonesia dan Pemerintah dan rakyat Republik Indonesia atas kehilangan yang tragis dan tak tergantikan ini,” demikian pernyataan UNIFIL.
Pengumuman itu segera menjadi sorotan karena Rico sempat berjuang melawan luka-luka yang dideritanya selama hampir satu bulan sejak insiden pada akhir bulan lalu.
Sempat Kritis Hampir Sebulan, Rico Akhirnya Gugur
Berdasarkan data UNIFIL, Kopral Rico Pramudia sempat menjalani masa kritis yang panjang di Beirut. Tim medis berupaya menyelamatkan kondisinya, namun perjuangan itu berakhir duka.
UNIFIL menyebut Rico terus bertahan melawan luka serius yang dialaminya sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.
“Kopral (Rico) Pramudia, 31 tahun, wafat setelah berjuang melawan luka-lukanya di sebuah rumah sakit di Beirut,” tulis UNIFIL.
Kabar ini memunculkan gelombang simpati, sekaligus mengingatkan kembali besarnya risiko yang dihadapi prajurit Indonesia di wilayah misi perdamaian.
Misi penjaga perdamaian di Lebanon selama ini dikenal sebagai tugas kemanusiaan yang sarat tantangan. Karena itu, gugurnya Rico bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar TNI, tetapi juga bagi kontribusi Indonesia di panggung internasional.
UNIFIL Sampaikan Duka Mendalam untuk Indonesia
UNIFIL tidak hanya mengumumkan wafatnya Rico, tetapi juga menyampaikan penghormatan atas dedikasi prajurit Indonesia dalam misi perdamaian PBB.
Dalam pernyataan lanjutan, UNIFIL menekankan bahwa kehilangan Rico merupakan kehilangan yang tragis dan tidak tergantikan.
“UNIFIL menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga dan kerabat Kopral Pramudia, serta kepada TNI, Pemerintah, dan seluruh rakyat Republik Indonesia atas kehilangan yang tragis dan tak tergantikan ini,” terang UNIFIL.
Pernyataan tersebut memperlihatkan posisi penting kontingen Indonesia dalam misi perdamaian global. Indonesia selama ini menjadi salah satu kontributor utama personel penjaga perdamaian dunia.
Tambah Daftar Prajurit Indonesia Gugur di Satgas UNIFIL
Gugurnya Kopral Rico Pramudia juga menambah daftar prajurit Indonesia yang kehilangan nyawa saat bertugas bersama Satgas UNIFIL.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: