Tolak Tanggung Jawab, Respons Israel soal 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Bikin Geram
3 Anggota TNI yang gugur di Lebanon--ist
radarpena.co.id - Kabar gugurnya tiga prajurit TNI anggota UNIFIL dalam misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan memicu duka mendalam sekaligus kemarahan publik.
Respons pihak Israel terhadap insiden ini justru menuai sorotan tajam karena dinilai menghindari tanggung jawab.
Israel Bantah Keterlibatan
Militer Israel menyatakan bahwa kematian tiga prajurit TNI belum tentu disebabkan oleh serangan mereka. Dalam pernyataan resminya, Israel menegaskan bahwa insiden tersebut masih dalam proses peninjauan menyeluruh.
BACA JUGA:Libur Lebaran 2026 !! Tercatat IKN Diserbu Sebanyak 352 Ribu Pengunjung
Mereka menyebut kemungkinan lain, termasuk aktivitas kelompok Hizbullah, sebagai penyebab insiden di wilayah konflik tersebut.
“Insiden ini terjadi di area pertempuran aktif,” tulis militer Israel di Telegram dikutip AFP, seraya meminta publik internasional tidak langsung menyimpulkan keterlibatan mereka.
"Oleh karena itu, tidak boleh diasumsikan bahwa insiden di mana tentara UNIFIL terluka disebabkan oleh IDF," katanya, merujuk pada Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL).
Pernyataan ini justru memicu reaksi keras karena dianggap tidak menunjukkan empati terhadap korban dari pasukan perdamaian.
BACA JUGA:Sony Resmi Naikkan Harga PS5 Global Mulai 2 April, Versi Pro Tembus Rp15 Juta
Kronologi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
Total tiga prajurit TNI gugur dalam dua insiden berbeda:
- Dua prajurit meninggal dunia akibat ledakan yang menghantam konvoi logistik pasukan perdamaian PBB
- Satu prajurit lainnya gugur lebih dulu akibat serangan artileri di wilayah Lebanon Selatan
Ketiga prajurit tersebut adalah:
- Praka Farizal Rhomadhon
- Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar
- Sertu Muhammad Nur Ichwan
Ledakan yang menghantam kendaraan TNI terjadi saat mereka menjalankan tugas pengawalan misi PBB (UNIFIL).
Korban Luka dan Evakuasi Darurat
Selain korban meninggal, beberapa prajurit TNI lainnya juga mengalami luka-luka, baik ringan maupun berat. Salah satu korban luka berat bahkan harus dievakuasi menggunakan helikopter ke rumah sakit di Beirut untuk mendapatkan perawatan intensif.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih dalam proses investigasi oleh pihak UNIFIL.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: