Israel-Lebanon Sepakati Gencatan Senjata 10 Hari, Hizbullah Didesak Patuh!

Israel-Lebanon Sepakati Gencatan Senjata 10 Hari, Hizbullah Didesak Patuh!

Donald Trump umumkan gencatan senjata Israel-Lebanon selama 10 hari.--

radarpena.co.id - Angin segar perdamaian mulai berhembus di Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah mencapai kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata selama 10 hari. Kesepakatan penting ini mulai berlaku pada Kamis (16/4) pukul 21.00 GMT atau Jumat (17/4) dini hari waktu Indonesia.

Pengumuman ini muncul setelah serangkaian perundingan intensif yang berlangsung di Washington. Trump menyatakan optimismenya setelah menjalin komunikasi langsung dengan para pemimpin kedua negara yang bertikai.

“Saya baru saja melakukan percakapan yang sangat baik dengan yang terhormat Presiden Joseph Aoun dari Lebanon dan perdana menteri Bibi (Benjamin) Netanyahu dari Israel,” ujar Trump dalam pernyataan resminya.

Ia menekankan bahwa jeda kemanusiaan dan militer ini bertujuan untuk membuka jalan bagi perdamaian yang lebih luas di kawasan tersebut.

Misi Diplomatik Menuju Perdamaian Abadi

Donald Trump tidak main-main dalam menangani konflik ini. Ia langsung menugaskan tim diplomatik tingkat tinggi untuk mengawal proses transisi.

Nama-nama seperti Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, hingga Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine mendapatkan instruksi khusus untuk bekerja sama dengan kedua belah pihak.

Ambisi Trump terlihat jelas dari pernyataannya yang percaya diri mengenai rekam jejak diplomasinya. “Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menyelesaikan sembilan perang di seluruh dunia, dan ini akan menjadi yang ke-10,” tegas Trump.

Meskipun pembicaraan di Washington pada Selasa (14/4) lalu membuahkan hasil, kelompok Hizbullah diketahui tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

Namun, sinyal positif datang dari Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam. Melalui unggahan di media sosial X, Salam menyebut kesepakatan ini sebagai pencapaian besar dan tuntutan utama rakyat Lebanon sejak awal pecahnya perang.

Salam juga menyampaikan rasa terima kasih kepada komunitas internasional, termasuk Amerika Serikat, Prancis, Uni Eropa, serta negara-negara Arab seperti Arab Saudi, Mesir, Qatar, dan Yordania yang telah membantu proses mediasi.

PBB Desak Hizbullah Turut Patuhi Kesepakatan

Di sisi lain, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan respons tegas terhadap pengumuman ini. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, melalui juru bicaranya Stephane Dujarric, mendesak kelompok Hizbullah untuk mematuhi poin-poin gencatan senjata tersebut.

"Untuk mematuhi gencatan senjata... Saya pikir rakyat Lebanon telah sangat menderita," ujar Dujarric saat merespons pesan PBB untuk Hizbullah. Ia juga menambahkan bahwa penduduk di wilayah Israel utara berhak mendapatkan kehidupan yang damai tanpa bayang-bayang konflik bersenjata.

Undangan ke Gedung Putih

Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan 10 hari ini, Donald Trump berencana mengundang Presiden Joseph Aoun dan PM Benjamin Netanyahu ke Washington. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ajang pembahasan yang lebih mendalam guna mencari solusi permanen.

Trump berharap kolaborasi antara Vance, Rubio, dan Caine dapat memberikan tekanan positif bagi kedua negara untuk tidak sekadar berhenti berperang sementara, melainkan benar-benar mewujudkan perdamaian abadi yang diinginkan dunia internasional.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait