Prabowo Sabet Gelar Tertinggi The Grand Order of Mugunghwa di Korea, Hubungan RI-Seoul Makin Solid!

Prabowo Sabet Gelar Tertinggi The Grand Order of Mugunghwa di Korea, Hubungan RI-Seoul Makin Solid!

Presiden Prabowo raih The Grand Order of Mugunghwa, penghargaan tertinggi Korea Selatan. Indonesia-Korea kini jadi mitra strategis yang makin solid!--

Radarpena.co.id - Kabar gembira datang dari negeri ginseng! Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru saja menorehkan sejarah besar dalam kunjungan kenegaraannya ke Republik Korea. Bukan sekadar kunjungan biasa, Presiden Prabowo menerima tanda kehormatan nasional tertinggi, yaitu The Grand Order of Mugunghwa, langsung dari tangan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, pada Rabu, 1 April 2026.

Prosesi penganugerahan medali yang penuh gengsi ini berlangsung dalam acara Friendship Event di lokasi yang sangat ikonik, yakni Garden of Sangchungjae, kompleks Istana Kepresidenan Republik Korea. Momen ini menjadi bukti sahih bahwa posisi tawar Indonesia di mata internasional, khususnya di kawasan Asia Timur, semakin diperhitungkan dan berada di level tertinggi.

Mengenal The Grand Order of Mugunghwa: Hanya untuk Tokoh Dunia Pilihan

Anda perlu tahu bahwa The Grand Order of Mugunghwa bukanlah penghargaan sembarangan. Sejak pertama kali rilis pada tahun 1949, Korea Selatan hanya memberikan bintang jasa ini kepada segelintir tokoh dunia yang memiliki jasa luar biasa bagi pembangunan dan keamanan mereka. Penghargaan ini merupakan apresiasi tertinggi yang diperuntukkan bagi Presiden Korea Selatan beserta pasangan, serta Kepala Negara atau mantan Kepala Negara sahabat.

Presiden Prabowo kini bersanding dengan deretan tokoh legendaris dunia yang pernah menerima tanda jasa serupa, seperti:

  • Ratu Elizabeth II dari Inggris (1986)
  • Presiden Emmanuel Macron dari Prancis (2018)
  • Raja Willem-Alexander dari Belanda (2003)
  • Raja Hussein dari Yordania (1983)
  • Emir Qatar Hamad bin Khalifa Al Thani (2007)

Simbol Mewah Bertabur Permata dan Logam Mulia

Tanda kehormatan yang diterima Presiden Prabowo ini tampil sangat mewah dan sarat akan nilai sejarah. Atribut tersebut terdiri dari beberapa bagian, mulai dari badge berupa pita elegan, collar atau kalung kebesaran, star (bros), hingga lapel badge atau pin khusus. Menariknya, seluruh perangkat penghargaan ini terbuat dari logam mulia dan mendapat sentuhan hiasan batu permata yang berkilau.

Pemerintah Korea Selatan memberikan penghargaan ini bukan tanpa alasan. Mereka menilai Presiden Prabowo memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan status kemitraan kedua negara menjadi Special Comprehensive Strategic Partnership. Hubungan bilateral antara Jakarta dan Seoul kini tidak hanya sekadar kerja sama biasa, melainkan aliansi strategis yang mencakup berbagai sektor krusial.

Apresiasi Lee Jae Myung Atas Peran Strategis Indonesia

Dalam momen penuh persahabatan tersebut, Presiden Lee Jae Myung menyampaikan kekagumannya atas kepemimpinan Presiden Prabowo yang mampu membawa hubungan Indonesia-Korea ke arah yang lebih konkret dan saling menguntungkan. Sinergi ini dianggap memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi kedua negara, tetapi juga bagi stabilitas kawasan Asia Pasifik secara luas.

“The Grand Order of Mugunghwa diberikan atas jasa yang luar biasa dalam mendukung pembangunan dan keamanan Republik Korea,” tulis laporan resmi terkait alasan penganugerahan tersebut.

Babak Baru Hubungan RI-Korea di Tahun 2026

Keberhasilan Presiden Prabowo meraih penghargaan tertinggi di Korea ini menjadi sinyal positif bagi masa depan investasi dan kerja sama teknologi di tanah air. Dengan status kemitraan strategis yang semakin kokoh, peluang kolaborasi di bidang industri pertahanan, energi hijau, hingga pembangunan infrastruktur digital antara Indonesia dan Korea diprediksi akan semakin masif.

Penganugerahan ini menegaskan bahwa diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto terus bergerak progresif. Rakyat Indonesia tentu patut bangga melihat sang kepala negara diakui dengan hormat oleh salah satu negara maju di dunia lewat penghargaan yang hanya diterima oleh sekitar 100 tokoh besar sejak 77 tahun silam. - Anisha Aprilia/Disway

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait