Kasus Keracunan MBG di Cipongkor Terjadi Lagi, Total 631 Siswa Jadi Korban
Korban keracunan mbg di cipongkor-Istimewa-Disway Grup
BANDUNG BARAT, RADARPENA.CO.ID - Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Hingga Rabu (24/9/2025), jumlah korban dilaporkan mencapai 631 siswa dari berbagai sekolah dasar hingga menengah.
Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah, mengungkapkan dugaan awal keracunan berasal dari buah dalam paket MBG yang ditemukan berisi belatung.
“Keterangan siswa, katanya di buah itu ada belatungnya. Kami kaget, kok bisa menu MBG ada belatung yang dikonsumsi anak. Sampel sudah kami ambil untuk diuji di Labkesda,” kata Yuyun.
BACA JUGA:Korban Keracunan Massal MBG di Cipongkor Bertambah Jadi 369 Orang
Keracunan bermula ketika empat siswa SMK Karya Perjuangan mendatangi posko penanganan di GOR Kecamatan Cipongkor.
Mereka mengaku menyantap menu MBG berisi ayam goreng tepung, tahu kecap, serta buah stroberi dan melon sekitar pukul 09.30 WIB.
Hanya berselang 30 menit, para siswa mulai merasakan gejala seperti mual, muntah, dan pusing. Jumlah korban terus bertambah hingga ratusan, memaksa petugas kesehatan melakukan evakuasi ke berbagai lokasi darurat, termasuk GOR Desa Sarinagen, masjid, hingga Puskesmas Cipongkor.
BACA JUGA:Ribuan Kasus Siswa Keracunan MBG, KPAI Desak Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan
Berdasarkan data resmi, keracunan MBG di Cipongkor terjadi dalam dua gelombang:
Gelombang pertama (22 September 2025): 411 siswa menjadi korban, terdiri dari 47 rawat inap dan 364 rawat jalan.
Gejala terbanyak di antaranya mual (288 orang), muntah (109 orang), pusing (159 orang), serta keluhan lain seperti diare, sesak napas, hingga kejang.
Gelombang kedua (24 September 2025): 220 siswa kembali dilaporkan keracunan setelah mengonsumsi makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampung Pasirsaji, Desa Neglasari.
“Jumlah korban masih terus bertambah, sampai siang tadi sudah lebih dari 220 siswa,” ujar Yuyun.
BACA JUGA:Kasus Keracunan Makanan Tersebar di 17 Provinsi, Ketua DPR: Program MBG Harus Dievaluasi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: