BGN Peringatkan Ribuan SPPG, Harus Fokus Tingkatkan Kualitas Layanan MBG!

BGN Peringatkan Ribuan SPPG, Harus Fokus Tingkatkan Kualitas Layanan MBG!

Badan Gizi Nasional (BGN) beri peringatan pada 2.100 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.--

radarpena.co.id - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas untuk menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lembaga ini memberikan peringatan kepada 2.100 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sekaligus menghentikan sementara sebagian operasionalnya.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut menjadi bagian dari pengawasan agar setiap layanan tetap memenuhi standar yang telah ditetapkan.

"Sebanyak 2.100 SPPG telah diberikan peringatan, sementara 1.789 lainnya dihentikan sementara (suspend) operasionalnya. Sebagian besar suspensi dilakukan, karena sejumlah SPPG belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)," katanya di Jakarta, Kamis, 2 April 2026.

Masalah Sertifikat Sanitasi Jadi Penyebab Utama

BGN menemukan bahwa banyak SPPG belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kondisi ini mendorong pemerintah untuk mengambil langkah cepat demi menjaga keamanan dan kualitas makanan yang disalurkan.

Selain itu, beberapa SPPG sebenarnya sudah mendaftar, namun proses penerbitan sertifikat belum selesai dalam waktu satu bulan. Bahkan, unit yang memiliki layanan baik tetap bisa terkena suspensi jika dokumen tersebut belum terbit.

"Suspensi dilakukan sementara hingga dokumen tersebut (SLHS) terbit. Nanti data ini berkembang, karena bisa saja dalam dua sampai tiga hari SLHS-nya keluar," ucap Dadan.

Infrastruktur Limbah Juga Jadi Sorotan

Selain persoalan sertifikasi, BGN juga menyoroti belum tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) di sejumlah SPPG. Lembaga tersebut meminta setiap unit yang belum memiliki fasilitas ini untuk segera membangunnya.

Menurut Dadan, durasi penghentian sementara bergantung pada kecepatan masing-masing SPPG dalam memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

"Durasi suspensi bergantung pada kecepatan masing-masing unit dalam memenuhi persyaratan tersebut, yang diperkirakan berkisar antara satu hingga dua minggu," ujar Dadan.

Temuan Selama Ramadhan Picu Evaluasi Lanjutan

Evaluasi BGN juga mengungkap temuan selama bulan Ramadhan. Sebanyak 62 SPPG diketahui menyajikan menu yang tidak sesuai dengan ketentuan program. Kasus ini bahkan sempat ramai dibahas di media sosial.

BGN langsung merespons dengan menghentikan sementara operasional unit terkait agar mereka dapat melakukan perbaikan secara menyeluruh.

"Langkah pemberian peringatan dan suspensi ini merupakan bagian dari upaya pembinaan. Penghentian sementara dilakukan bukan sebagai sanksi permanen, melainkan agar setiap SPPG dapat memperbaiki kekurangan sebelum kembali beroperasi," tuturnya.

Skema Penyaluran MBG Kini Fokus Hari Sekolah

Selain peningkatan kualitas layanan, pemerintah juga mengubah pola distribusi Program Makan Bergizi Gratis. Kini, bantuan hanya diberikan pada hari sekolah, bukan lagi sepanjang minggu.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah evaluasi lintas kementerian dan lembaga.

“Dalam rangka perbaikan, efektivitas pelaksanaan, kalau kemarin (MBG) diberikan selama 6 hari, hari libur dikasih juga. Nah, itu ternyata kurang efektif. Oleh karena itu, kita putuskan MBG diberikan saat hari sekolah, (murid) datang 5 hari. Kalau libur Lebaran, kan, kalau diberikan MBG juga tidak efektif. Jadi, libur tidak ada lagi (penyaluran MBG ke siswa), hanya diberikan di hari sekolah,” kata Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Kelompok Rentan Tetap Terima MBG Saat Libur

Meski ada perubahan kebijakan untuk siswa, BGN memastikan distribusi tetap berjalan bagi kelompok rentan. Berdasarkan Pedoman Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Selama Libur Sekolah yang tertuang dalam Keputusan Kepala BGN Nomor 52.1 Tahun 2025, kelompok 3B tetap menerima manfaat.

Kelompok tersebut meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Mereka tetap mendapatkan bantuan makanan bergizi selama enam hari dalam sepekan, tanpa terpengaruh kalender libur sekolah.

Kesimpulan: Perbaikan Sistem demi Program Lebih Tepat Sasaran

Langkah tegas BGN menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis. Melalui peringatan, suspensi, serta evaluasi distribusi, pemerintah ingin memastikan program ini berjalan efektif, tepat sasaran, dan aman bagi penerima manfaat.

Dengan perbaikan berkelanjutan, MBG diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan gizi masyarakat, khususnya kelompok yang paling membutuhkan.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait