Kemenkes Angkat Bicara Soal Dugaan 2 Santri Meninggal Dunia Diduga Kasus Mpox

Kemenkes Angkat Bicara Soal Dugaan 2 Santri Meninggal Dunia Diduga Kasus Mpox

Ilustrasi penyakit Mpox-Tangkapan Layar-

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Kabar mengenai seorang santri di Riau yang diduga meninggal dunia akibat infeksi Monkeypox atau Mpox sudah diterima laporannya oleh Kementerian Kesehatan.

Melalui pernyataan resminya, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman menegaskan bahwa hingga kini belum ada kasus konfirmasi Mpox atau cacar monyet di Indonesia sepanjang tahun ini. 

Dugaan kasus di Riau yang menimpa dua santri, termasuk seorang diantaranya yang meninggal dunia, masih berstatus suspek.

"Kasus yang terjadi adalah dua kasus suspek," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, Selasa 23 September 2025.

Kronologi dan Klarifikasi Resmi

BACA JUGA:Digugat Nadiem Makarim, Begini Respon Santai Kejagung

Dua pasien tersebut berinisial BS (13) dan Zu (17). BS dilaporkan mengalami demam sejak 12 September saat berada di pondok pesantren.

Gejala kemudian berkembang menjadi bintik merah dan lesi yang semakin banyak.

Pada 17 September, ia dibawa ke RSUD Kepulauan Meranti karena kondisi memburuk hingga menyerang organ vital.

"Kondisi pasien memburuk sehingga dilakukan tata laksana penanganan sesuai standar dan SOP," jelas Aji.

Keesokan harinya, Zu juga masuk ke UGD RSUD Kepulauan Meranti dengan keluhan demam dan ruam merah. BS akhirnya meninggal pada 20 September.

Menurut Aji, secara klinis gejala yang dialami lebih mengarah ke cacar air, ditambah komorbid berupa infeksi selaput otak.

"Pada 21 September pasien Zu diperbolehkan pulang dan dilakukan isolasi mandiri," katanya.

"Investigasi awal menemukan teman sekamar BS sebelumnya juga menderita cacar air. Sejauh ini tidak terdapat faktor risiko mengarah ke Mpox," ungkap Aji.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait