Peredaran Miras di Terminal Antapani dan Banjir Bandung Jadi Sorotan Wakil Wali Kota Bandung Erwin

Peredaran Miras di Terminal Antapani dan Banjir Bandung Jadi Sorotan Wakil Wali Kota Bandung Erwin

Wali Kota Bandung dan Wakil Wali Kota Bandung Farhan-Erwin-Pemkot Bandung -

"Tapi karena kemarin darurat, saya dapat telepon dari warga ya saya datang kesana ternyata seperti itu. Ya gimana gak banjir kan sungai ditutup ada sekitar 50 rumah. Saya nanya,  ibu-ibu nggak rasa salah tuh, mereka jawab 'Pak abdi lepat tapi ini rumah sudah ada di jaman bapak abdi' (pak saya salah tapi ini rumah sudah ada sejak bapak saya,red)," tukasnya.

Menanggapi omongan itu, Erwin mengatakan bawa aturan tetap harus ditegakkan tapi lebih kedepankan pendekatan persuasif. Seperti contoh pendekatan Citarum harum.

"Seperti menyelesaikan Citarum harum waktu saya jadi anggota DPR, tapi intinya aturan boleh ditegakkan, tapi kemanusiaan juga perlu dikedepankan, makanya kita akan ajak, akan undang nanti rumah-rumah yang ada  di bantaran sungai ini atau di atas solokan, kita ajak bicara," tutupnya.

Keberadaan mesin parkir di kota Bandung saat ini nyaris tak terpakai. Hanya beberapa titik saja mesin parkir yang digunakan.

Menanggapi itu Wakil Wali Kota Bandung Erwin menyampaikan kendati mesin sekarang masih ada dan ada yang aktif namun tahun ini tidak diperbanyak.

Malah kata Erwin kedepan rencana akan  membangun tempat parkir vertikal ke atas.

"Termasuk nanti di atasnya ada food court mungkin dan tempat sama bermain disitu kita akan bangun, ya contoh kayak ini Kosambi  macet, Braga mungkin kita akan bangun seperti itu, nah terkait mesin parkir,  saya lebih sepakat melibatkan j tukang parkir, pakai cashless saja seperti itu," terang Erwin. 

Sejauh ini kata Erwin, mesin parkir sudah diterapkan namun tidak tahu optimal atau tidak kendati itu aset daerah.

Pihaknya akan mencoba mengoptimalkan bahkan mendiskusikan apakah ini layak kembali untuk ditambah.

"Mesin parkir ini bisa dioptimalkan, atau manfaatnya dulu kita akan kaji dulu dan kita lagi kaji ini sekarang ini. Ya yang lagi berjalan tetap dipertahankan tapi sekarang kan udah banyak yang gak jalan jadi didiemin dulu lagi di evaluasi," tandasnya.

Erwin pun mengakui karena baru dilantik sehingga masalah mesin parkir ini tengah dievaluasi dan kalau emang kira-kira bisa dilanjutkan harus lebih bermanfaat serta tidak mengeluarkan biaya sangat besar.

Karena kata Erwin saat ini jangan terlalu banyak investasi di produk barang, namun bisa kerjasama dengan investor. Contoh dari sampah saja kalau beli alat akan mahal.

"Pembeda kita memanfaatkan betul-betul untuk yang lebih utama, itu utama tapi kalau memang bisa dikolaborasikan dengan pihak ketiga, ataupun dengan pihak swasta, kenapa tidak, kalau memang secara manfaatnya lebih banyak.  Masing-masing kita lihat evaluasi nanti seperti apa, apakah titik penempatannya, atau problem operasionalnya atau sebagainya," ungkapnya.

Termasuk operasional semua, akan dibuat kajian, terkait pakir ini termasuk yang pakir itu, karena saya tidak bisa langsung memutuskan A atau B karena harus jelas manfaatnya biayanya, dan lain-lainnya. Kalau bicara kajian, itu kan berbagai harus di-evaluasi," tutupnya. ***

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait