Peredaran Miras di Terminal Antapani dan Banjir Bandung Jadi Sorotan Wakil Wali Kota Bandung Erwin

Peredaran Miras di Terminal Antapani dan Banjir Bandung Jadi Sorotan Wakil Wali Kota Bandung Erwin

Wali Kota Bandung dan Wakil Wali Kota Bandung Farhan-Erwin-Pemkot Bandung -

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Terkait terminal angkutan kota (angkot) Antapani marak peredaran minuman keras, Wakil Wali Kota Bandung Erwin menyampaikan pihaknya sudah minta ke kepolisian dan sejumlah instansi terkait.

"Waktu kunjungan Kapolrestabes dan juga minta ke beberapa organisasi, itulah saya pengen termasuk ke satpol PP, bahwa saya sebagai pemimpin ada syarat, satukan tabligh siddiq, amanah, fathanah, tawasuth tidak tasamuh, tawazun, terakhir berani menegakkan, Amar ma'ruf nahi munkar, saya meminta kepada satpol PP untuk bisa memberantas miras yang ilegal di kota Bandung," tegasnya.

Selama ini angkot-angkot ke terminal antapani jarang masuk. Disinggung apakah Pemkot ada upaya untuk mengalihkan atau revitalisasi Erwin menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan upaya penanganan.

"Ya, emang kami sekarang lagi ada program, di tahun pertama ini akan mencoba membuat seribu angkot utama. Contoh Cicaheum ini kan nanti akan menjadi pusat BRT ya akan dipindahkan termasuk jam ini mungkin kami akan coba analisa dulu, termasuk Antapani dan lain-lain bagaimana kondisi-kondisi yang sekarang ini jadi persoalan kita selesaikan semua karena kan itu program kemacetan yang akan kita lakukan," paparnya.

Banjir yang terjadi pada Selasa (25/2/2025) di sejumlah titik kota Bandung, dibenarkan Wakil Wali Kota Bandung Erwin. Bahkan ia mengaku sudah meninjau beberapa lokasi banjir tersebut.

BACA JUGA:Farhan-Erwin Paparkan Gagasan Maju dalam Bandung Utama: Inklusifitas Penataan Kota hingga Skena

BACA JUGA:DPRD Kota Bandung Bentuk Pansus 2 Soal Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

"Kemarin saya ke waas, itu 70 cm banjir, saya cek kesana ternyata sungai Solokan meluap. Disana dibangun rumah-rumah, makanya tadi meminta kepada Diskar, PU, dan Satpol PP untuk coba mengecek. Memang itu kan hak masyarakat, pasum pasos yang dibangun oleh masyarakat Itu kan tidak boleh," ujar Erwin.

Penyebab banjir sendiri kata Erwin, karena limpahan air tinggi sehingga meluap ke atas, sehingga terbuang ke pinggir ke masyarakat yang berada dibawah. Tapi alhamdulillah Diskar sigap, ada alat penyedot yang kemarin dipasang sehingga tidak waktu lama setengah jam selesai," tandasnya.

Begitupun banjir di wilayah lainnya lanjut dia, solusinya tidak bisa satu-satu. Terlebih ia akan melihat blueprint terlebih dulu termasuk banyak bangunan-bangunan yang menutupi saluran. 

"Saya kemarin ngecek yang di Lengkong Itu ternyata beragamnya disitu tertutup semua. Nah inilah yang perlu kita tertibkan," ucapnya.

Soal drainase pun kata Erwin, harus ada pendalaman drainase.

"Kita punya analisa makanya saya minta ke dinas PU Untuk melakukan DED dulu terkait banjir ini. Apakah emang oleh kita apakah emang limpahan air dari Kabupaten lain. Makanya kita koordinasi dengan Kabupaten Bandung dengan Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Sumedang, bagaimana mengatasi hal ini. Untuk warga Kota Bandung juga Sekarang ini banyak pendangkala sungai," ucapnya.

Masih kata Erwin, perlu terobosan dari dinas untuk bisa mencari solusi sehingga tidak bisa satu persatu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait