Jamaah Haji Wajib Bayar Dam Lewat Mekanisme Resmi, Kemenhaj: Jangan Beli Sendiri!
Kemenhaj, bayar dam haji, info haji 2026, jamaah haji Indonesia, mekanisme resmi Adhahi, ibadah haji lancar.--
radarpena.co.id – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengingatkan seluruh jamaah haji untuk membayar dam atau denda haji melalui mekanisme resmi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Hal ini sangat penting agar proses ibadah berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan aturan yang berlaku di Tanah Suci.
"Jamaah yang akan melakukan pembayaran dam di Arab Saudi wajib menggunakan Adhahi. Kami mengingatkan agar tidak melakukan pembayaran di luar mekanisme resmi, termasuk membeli sendiri hewan di pasar," kata Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi, dalam keterangan pers kementerian di Jakarta pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Dam sendiri merupakan denda yang wajib dibayar oleh anggota jamaah haji karena melanggar larangan atau meninggalkan kewajiban tertentu dalam rangkaian ibadah haji.
Kewajiban ini salah satunya berlaku bagi jamaah yang menunaikan haji tamattu', yaitu mereka yang melaksanakan ibadah umrah terlebih dahulu kemudian baru menjalankan ibadah haji karena tiba di Tanah Suci pada awal waktu.
Update Operasional Haji Hari Ke-12: Berjalan Lancar
Hasan menyampaikan bahwa penyelenggaraan pelayanan ibadah haji hingga hari operasional ke-12 berjalan lancar. Semua proses mulai dari pemberangkatan, kedatangan, hingga mobilisasi jamaah dari Madinah menuju Makkah di Arab Saudi terpantau aman tanpa kendala berarti.
Berdasarkan data hingga Jumat (1/5), berikut adalah rincian pergerakan jamaah haji Indonesia di Tanah Suci:
-
Total Keberangkatan: Sebanyak 175 kelompok terbang (kloter) yang mencakup 68.082 anggota jamaah haji dan 697 petugas kloter telah berangkat ke Tanah Suci.
-
Kedatangan di Madinah: Sebanyak 165 kloter yang meliputi 64.129 anggota jamaah haji dan 657 petugas tercatat sudah tiba di Kota Madinah.
-
Kedatangan di Makkah: Sebanyak 19 kloter yang terdiri atas 7.387 anggota jamaah haji dan 76 petugas telah tiba di Kota Makkah.
Untuk menjaga kenyamanan seluruh jamaah, pemerintah menyiagakan petugas di seluruh titik layanan vital guna memastikan pergerakan dari Madinah ke Makkah berlangsung tertib.
"Seluruh proses terus kami kawal agar berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi jamaah," tutur Hasan menegaskan komitmen pemerintah.
Layanan Kesehatan dan Kondisi Jamaah di Tanah Suci
Selain memastikan kelancaran ibadah dan kepatuhan pembayaran dam, pemerintah juga menyiagakan petugas kesehatan untuk melayani jamaah haji Indonesia secara intensif. Data dari Kemenhaj mencatat beberapa jamaah memerlukan perhatian medis selama berada di Arab Saudi.
Hingga saat ini, tercatat ada 5.576 jamaah yang menjalani rawat jalan, 105 orang dirujuk ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia, dan 125 orang dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi.
Dari angka tersebut, sebanyak 39 jamaah masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi karena mengalami masalah kesehatan.
Sementara itu, anggota jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia tercatat bertambah dua orang, sehingga totalnya kini menjadi tujuh orang.
Demi menjaga kondisi fisik selama di Tanah Suci, Kemenhaj memberikan beberapa imbauan penting kepada seluruh jamaah:
-
Jangan membawa barang bawaan secara berlebihan ke mana pun Anda pergi.
-
Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi di tengah cuaca panas.
-
Atur waktu kunjungan ke masjid dengan baik agar tubuh tidak kelelahan.
-
Jaga stamina dan kesehatan agar tetap prima sampai seluruh rangkaian ibadah haji selesai.
Apabila jamaah mengalami gangguan kesehatan selama beraktivitas, Kemenhaj mengimbau mereka untuk segera melapor kepada petugas kesehatan yang berjaga di lokasi agar langsung mendapatkan penanganan medis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: