Waspadai Cuaca Panas Madinah! Pemerintah Imbau Jamaah Haji Jaga Stamina dan Perbanyak Minum
Cuaca Madinah capai 34°C, Pemerintah imbau jamaah haji perbanyak minum & jaga stamina.--
radarpena.co.id – Pemerintah memberikan peringatan penting bagi jamaah calon haji Indonesia yang saat ini sudah mulai memadati Madinah, Arab Saudi. Mengingat suhu udara yang mulai menyengat, para tamu Allah ini diminta untuk benar-benar memperhatikan kondisi fisik agar ibadah tetap berjalan lancar.
Pemerintah memperkirakan cuaca di Madinah saat ini menyentuh angka 34 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan yang rendah, yakni sekitar 25 persen. Kondisi udara yang kering dan panas ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kesehatan tubuh jika tidak diantisipasi sejak dini.
Tips Jaga Kondisi Tubuh di Tanah Suci
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengingatkan para jamaah agar tidak meremehkan perubahan iklim di Arab Saudi. Fokus utama bagi jamaah saat ini adalah menghindari dehidrasi dan kelelahan yang berlebihan.
"Kami mengimbau jamaah menjaga stamina, memperbanyak minum, dan mengikuti arahan petugas. Cuaca cukup panas, sehingga penting menjaga kondisi tubuh,” ujar Ichsan Marsha di Jakarta, Jumat, 24 April 2026.
Langkah sederhana seperti minum air tanpa menunggu haus dan membatasi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak bisa menjadi solusi jitu agar tubuh tetap bugar selama masa operasional haji.
Update Data Kedatangan dan Kesehatan Jamaah
Memasuki hari keempat operasional, tercatat sudah ada 15.349 orang dari 40 kelompok terbang (kloter) yang berangkat menuju Tanah Suci. Dari total tersebut, sebanyak 9.884 orang yang terbagi dalam 25 kloter telah mendarat dan berada di Madinah.
Pihak kesehatan pun terus memantau perkembangan jamaah. Data terbaru menunjukkan:
-
93 orang menjalani rawat jalan.
-
2 orang mendapatkan rujukan ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
-
1 orang harus dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).
Ichsan menegaskan bahwa aspek kesehatan menjadi prioritas utama pemerintah dalam melayani jamaah. "Kami menaruh perhatian serius pada aspek kesehatan. Setiap laporan menjadi dasar penguatan layanan agar jamaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” tambahnya.
Duka Cita dan Komitmen Layanan Haji
Di tengah kabar kesiapan layanan, Kemenhaj juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Rodiyah (68), seorang jamaah asal Kloter SOC-3 akibat serangan jantung. Sebagai bentuk tanggung jawab, pemerintah menjamin pemenuhan seluruh hak almarhumah, termasuk pelaksanaan badal haji.
Demi menjaga kebugaran jamaah sejak dari Tanah Air, Kemenhaj menginstruksikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) embarkasi untuk mengurangi kegiatan seremonial saat pelepasan. Langkah ini diambil agar jamaah tidak terlalu lelah sebelum menempuh perjalanan udara yang panjang.
Selain itu, negara terus memegang komitmen untuk menghadirkan Layanan Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan. Program ini merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah dalam memastikan seluruh warga negara mendapatkan pelayanan terbaik saat menjalankan rukun Islam kelima tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: antara