Terlibat Haji Ilegal, 10 WNI Ditangkap di Saudi dalam Satu Pekan Terakhir!

Terlibat Haji Ilegal, 10 WNI Ditangkap di Saudi dalam Satu Pekan Terakhir!

Kemenhaj cegah puluhan orang yang berupaya berangkat ke Tanah Suci dengan visa non haji.--

radarpena.co.id - Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran haji non-prosedural. Pasalnya, otoritas Arab Saudi mulai menindak tegas pelaku promosi dan praktik haji tanpa izin resmi.

Kasus pemberangkatan jemaah secara ilegal kembali menjadi sorotan serius. Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengungkapkan bahwa dalam sepekan terakhir, sebanyak 10 WNI ditangkap di Arab Saudi.

Penangkapan ini terkait dugaan keterlibatan mereka dalam promosi serta praktik jual beli layanan haji ilegal. Langkah tegas ini sejalan dengan kebijakan Arab Saudi, La Haj bila Tasrih, yang melarang ibadah haji tanpa izin resmi.

Pemerintah Dukung Penuh Penegakan Hukum Arab Saudi

Mengenai nasib para WNI yang tertangkap, pemerintah Indonesia memilih untuk menghormati kedaulatan hukum negara setempat. Hal ini bertujuan untuk memberikan efek jera dan melindungi marwah penyelenggaraan ibadah haji yang sah.

“Pemerintah Indonesia mendukung penuh kebijakan Arab Saudi, La Haj bila Tasrih, atau tidak ada haji tanpa izin resmi. Jika ada WNI yang menghadapi proses hukum, penanganannya sepenuhnya kami serahkan kepada otoritas hukum Arab Saudi. Pemerintah Indonesia tidak akan melakukan intervensi,” tegas Maria di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.

Penindakan ini tidak hanya menyasar para jemaah, tetapi juga membidik pihak-pihak yang mengorganisir, mempromosikan, atau mengambil keuntungan dari jalur ilegal tersebut.

Di dalam negeri, Satgas haji ilegal yang terdiri dari Kemenhaj, Polri, serta Kementerian Imigrasi terus beroperasi di titik-titik keberangkatan strategis untuk menggagalkan upaya eksploitasi berkedok haji.

Update Operasional Haji 2026: 89 Ribu Jemaah Sudah Berangkat

Di luar isu pelanggaran, operasional haji 1447 H/2026 M hingga hari kelima belas terpantau berjalan tertib dan terkendali. Hingga Senin (4/5/2026), sebanyak 229 kloter yang membawa 89.051 jemaah beserta 912 petugas telah bertolak ke Tanah Suci.

Berikut adalah rincian pergerakan jemaah di Arab Saudi:

  • Tiba di Madinah: 219 kloter (85.039 jemaah dan 873 petugas).

  • Menuju Makkah: 68 kloter (26.037 jemaah dan 272 petugas) untuk melaksanakan umrah wajib.

“Proses pemberangkatan, kedatangan, dan pergerakan jemaah terus dalam pendampingan petugas di seluruh titik layanan. Semua dilakukan untuk memastikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan jemaah,” ujar Maria menambahkan.

Imbauan Kesehatan di Tengah Suhu Ekstrem

Selain masalah legalitas, Kemenhaj juga menyoroti kondisi kesehatan jemaah. Mengingat suhu di Madinah dan Makkah saat ini menyentuh 37 hingga 39 derajat celsius, jemaah wajib waspada terhadap risiko dehidrasi dan gangguan fisik lainnya.

Tercatat sebanyak 10.746 jemaah melakukan rawat jalan, sementara puluhan lainnya masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit setempat.

Maria mengimbau agar jemaah memprioritaskan istirahat yang cukup, rutin minum air, dan selalu menggunakan alat pelindung diri saat beraktivitas di luar ruangan.

“Ibadah haji harus dilaksanakan dengan cara yang sah, aman, tertib, dan sesuai aturan. Jika menemukan indikasi penipuan atau praktik haji ilegal, segera laporkan kepada aparat kepolisian,” tutup Maria.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait