Iran Tuntut Ganti Rugi Serangan AS-Israel USD270 Miliar, Lima Negara Arab Ikut Terseret
Iran perkirakan kerugian serangan AS-Israel capai USD270 miliar. Teheran tuntut kompensasi dari 5 negara Arab atas dugaan keterlibatan militer.--
radarpena.co.id - Pemerintah Iran akhirnya merilis taksiran awal mengenai dampak ekonomi pasca ketegangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Berdasarkan penilaian sementara, Teheran mengeklaim bahwa total kerugian akibat serangan gabungan tersebut menyentuh angka fantastis, yakni sekitar USD270 miliar.
Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, mengungkapkan bahwa angka tersebut merupakan hasil evaluasi awal. Saat ini, tim negosiasi Iran tengah memperjuangkan masalah ganti rugi perang ini dalam berbagai forum internasional, termasuk dalam rangkaian pembicaraan di Islamabad, Pakistan.
"Salah satu isu yang sedang diupayakan oleh tim negosiasi kami, dan yang juga diupayakan dalam pembicaraan Islamabad, adalah masalah ganti rugi perang," ujar Mohajerani kepada media Rusia, RIA Novosti, Selasa, 14 April 2026.
Meski demikian, Mohajerani menegaskan bahwa angka USD270 miliar tersebut belum bersifat final. Beliau menjelaskan bahwa proses pemeriksaan kerugian harus melalui beberapa lapisan analisis yang mendalam untuk mendapatkan validasi yang akurat.
Tuntutan Kompensasi untuk Lima Negara Arab
Selain menyoroti kerugian material, Iran juga mengambil langkah diplomatik yang tegas terhadap negara-negara tetangganya. Utusan Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, secara resmi melayangkan surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Dalam dokumen tersebut, Iran menuntut ganti rugi dari lima negara Arab, yaitu:
-
Arab Saudi
-
Uni Emirat Arab (UEA)
-
Bahrain
-
Qatar
-
Yordania
Teheran menuduh kelima negara tersebut melanggar kewajiban internasional karena diduga mengizinkan wilayah atau fasilitas mereka digunakan dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut mengakibatkan ribuan orang tewas dan luka-luka, yang kemudian memicu eskalasi permusuhan di kawasan regional.
"Oleh karena itu, mereka harus bertanggung jawab dan membayar kompensasi atas kerugian yang diderita selama perang," tegas Amir Saeid Iravani dalam suratnya.
Babak Baru Konflik Regional
Situasi di Timur Tengah memanas setelah serangan 28 Februari tersebut memicu aksi balasan dari Teheran. Iran sempat melancarkan serangan terhadap Israel serta sejumlah titik di Irak, Yordania, dan negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS.
Meskipun gencatan senjata selama dua minggu telah diumumkan pekan lalu, stabilitas di kawasan ini masih terasa rapuh. Apalagi, delegasi Iran dan Amerika Serikat baru saja menyelesaikan diskusi maraton selama 21 jam di Islamabad tanpa menghasilkan kesepakatan apa pun.
Kegagalan diplomasi di Pakistan ini menambah ketidakpastian mengenai bagaimana tuntutan kompensasi perang sebesar ratusan miliar dolar tersebut akan diselesaikan di masa depan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: