Heboh! 'The Doctor' Bos Narkoba Kelas Kakap Diciduk di Malaysia, Suplai Jaringan PIK Hingga NTB!
Buronan Narkoba The Doctor - Rafi Adhi - --
Radarpens.co.id - Dunia hitam narkotika internasional kembali diguncang kabar besar. Sosok misterius bernama Andre Fernando Tjhandra, yang akrab dengan julukan 'The Doctor', akhirnya jatuh ke tangan pihak berwajib. Penangkapan pria yang juga dikenal sebagai Charlie ini bukan sekadar keberhasilan biasa, melainkan pukulan telak bagi peredaran zat terlarang di Tanah Air. Jika Anda mengikuti perkembangan kasus kriminal besar, sosok ini adalah figur kunci yang selama ini beroperasi di balik layar dari luar negeri.
Polisi mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa Andre alias 'The Doctor' merupakan otak di balik suplai narkotika untuk dua jaringan raksasa di Indonesia. Bayangkan saja, kendali distribusinya menjangkau wilayah dari ujung Nusa Tenggara Barat hingga kawasan elit di Jakarta. Kabar penangkapannya di Penang, Malaysia, pada Minggu sore (5/4) langsung memicu gejolak informasi karena skalanya yang bersifat lintas negara.
Siapa Sebenarnya 'The Doctor'? Penyuplai Utama Jaringan 'White Rabbit'
Kasatgas NIC Bareskrim Polri, Kombes Kevin Leleury, menegaskan bahwa Andre Fernando Tjhandra bukanlah pemain amatir. Perannya sangat krusial sebagai penyuplai utama bagi setidaknya dua sindikat besar. Jaringan pertama yang ia kendalikan adalah jaringan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sebelumnya menyeret nama Koko Erwin alias Erwin bin Iskandar.
Tidak berhenti di sana, 'The Doctor' juga menjadi pemasok utama bagi jaringan yang sangat populer dengan nama 'White Rabbit'. Jaringan ini diketahui beroperasi di titik-titik strategis ibu kota, mulai dari kawasan mewah Pantai Indah Kapuk (PIK) hingga wilayah Gatot Subroto (Gatsu). Polisi menyebutkan bahwa Andre-lah yang mengatur arus barang haram tersebut masuk ke tangan para pengedar di dua jaringan besar tersebut.
Kronologi Penangkapan di Apartemen Mewah Penang
Keberhasilan menciduk sang "dokter" merupakan hasil kerja sama apik lintas lembaga dan negara. Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersinergi dengan Divhubinter, Interpol, KJRI di Malaysia, serta otoritas keamanan Malaysia untuk melacak jejaknya. Persembunyian Andre berakhir ketika petugas mengamankannya di sebuah apartemen di kawasan Penang pada 5 April 2026.
Menariknya, saat ditangkap, Andre diketahui berada seorang diri tanpa pengawalan kaki tangan. Polisi menyita barang bukti berupa tas dan beberapa unit telepon genggam milik tersangka. Saat ini, tim penyidik sedang melakukan analisis mendalam terhadap alat komunikasi tersebut guna membongkar seluruh isi percakapan dan riwayat transaksi yang tersimpan di dalamnya.
Pelarian Sejak 2024 dan Modus Operandi Lintas Negara
Hasil interogasi awal mengungkap fakta bahwa Andre telah menetap di Malaysia sejak tahun 2024. Dari negeri jiran tersebut, ia diduga kuat mengendalikan seluruh aktivitas peredaran narkotika lintas negara menuju Indonesia. Bahkan, 'The Doctor' disebut-sebut berperan besar dalam membantu pelarian Koko Erwin saat kasusnya mulai terendus oleh aparat keamanan beberapa waktu lalu.
Polisi menerapkan strategi pengungkapan dari hulu hingga ke hilir untuk memastikan tidak ada lagi sisa-sisa jaringan yang tertinggal. Penangkapan Andre menjadi bagian dari misi besar Bareskrim Polri dalam membongkar sindikat narkotika secara menyeluruh dari level bawah hingga ke aktor intelektual di tingkat atas.
Fokus Pengembangan Kasus: Mencari Kaki Tangan Lainnya
Meskipun Andre sudah tertangkap, tugas kepolisian belum selesai. Penyidik terus melakukan pendalaman intensif untuk mengungkap skala jaringan yang lebih luas. Polisi masih mencari kemungkinan adanya keterlibatan pihak-pihak lain dalam jaringan internasional yang dikendalikan oleh 'The Doctor' ini. Skema distribusi dari Malaysia ke Indonesia menjadi fokus utama untuk menutup celah penyelundupan di masa depan. - Rafi Adhi -
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: