Kali Pertama Sejak Perang Pecah, Kapal Prancis dan Jepang Berhasil Lewati Selat Hormuz

Kali Pertama Sejak Perang Pecah, Kapal Prancis dan Jepang Berhasil Lewati Selat Hormuz

Kapal Jepang dan Prancis bisa melewati Selat Hormuz.--

 

radarpena.co.id - Dua kapal komersial milik Prancis dan Jepang berhasil menembus Selat Hormuz untuk pertama kali sejak konflik bersenjata meletus di kawasan tersebut. Pencapaian ini tercatat dalam data pelacakan maritim yang dirilis pada Jumat, 3 April, dan menjadi sinyal penting bagi kelancaran jalur pengiriman energi global yang sempat lumpuh.

Selat Hormuz merupakan jalur maritim vital yang mengangkut minyak dan gas alam cair (LNG) ke berbagai penjuru dunia. Sejak awal perang, Iran secara praktis memblokir jalur strategis ini. Namun, pada Kamis kemarin, sejumlah kapal berhasil melewatinya dengan menggunakan dua jalur berbeda.

Kapal Kribi berbendera Malta — milik grup transportasi maritim Prancis CMA CGM — berhasil melintas pada Kamis sore untuk keluar dari kawasan Teluk. Hingga Jumat pagi, kapal tersebut sudah berada di perairan lepas pantai Muscat, Oman. Sistem transpondernya masih menyiarkan pesan "pemilik Prancis" di kolom yang biasanya digunakan untuk menunjukkan tujuan pelayaran.

Berdasarkan data navigasi yang tercatat di situs Marine Traffic, kapal Kribi melintasi selat melalui rute yang telah disetujui Iran — jalur yang oleh jurnal pelayaran terkemuka Lloyd's List dijuluki "Gerbang Tol Teheran".

Tiga Kapal Tanker Pilih Jalur Selatan Lewati Musandam

Selain Kribi, tiga kapal tanker lainnya juga melewati Selat Hormuz pada hari yang sama, namun mereka memilih jalur berbeda, yaitu jalur selatan melalui pesisir Semenanjung Musandam, Oman. Ini menjadi pelintasan jalur selatan pertama dalam hampir tiga minggu terakhir, menurut catatan Lloyd's List.

Ketiga kapal tersebut menyiarkan pesan "KAPAL OMAN" melalui transponder mereka saat melewati selat — sebuah sinyal identifikasi yang tampaknya digunakan sebagai strategi keamanan pelayaran di tengah ketegangan geopolitik.

Salah satu dari ketiga kapal tanker itu adalah Sohar LNG, yang dimiliki bersama oleh perusahaan pelayaran Jepang Mitsui OSK Lines. Sohar LNG melintasi selat dalam kondisi kosong. Keberhasilan ini menjadikannya kapal Jepang pertama yang berhasil keluar dari Teluk sejak perang dimulai, sebagaimana dikonfirmasi dalam pernyataan resmi perusahaan yang dikutip oleh berbagai media Jepang.

Sebelum Perang, Seperlima Energi Global Melewati Selat Ini

Sebelum konflik pecah lebih dari sebulan lalu, sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG global melintas melalui Selat Hormuz setiap harinya. Angka itu mencerminkan betapa krusialnya jalur ini bagi ketahanan energi dunia.

Namun sejak perang berlangsung, volume lalu lintas kapal di selat ini anjlok drastis. Iran secara selektif menyerang kapal-kapal komersial dan fasilitas energi di kawasan Teluk sebagai bentuk balasan atas serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Kapal New Vision berbendera Hong Kong, yang sebelumnya melintasi selat pada 1 Maret — tepat saat perang baru saja dimulai — diperkirakan akan tiba di Pelabuhan Le Havre, Prancis, pada Sabtu malam.

Rute Utara Tetap Jadi Pilihan di Bawah Pengawasan Iran

Beberapa kapal komersial yang baru-baru ini berhasil melewati Selat Hormuz memilih rute yang disetujui Iran di bagian utara jalur air tersebut. Jalur ini memang tampak menjadi opsi yang lebih "aman" secara diplomatik, meski tetap berada di bawah pengawasan ketat Teheran.

 

Pelintasan kapal-kapal Prancis dan Jepang ini menjadi pertanda awal bahwa roda perdagangan maritim di kawasan Teluk mulai bergerak kembali, meski situasi keamanan masih jauh dari kondusif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait