Update Tragedi ATR 42-500! Polisi Ambil Sampel DNA Keluarga, Adik Korban Terbang ke Makassar Jam 2 Dini Hari
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri melakukan mendatangi kediaman Deden Maulana (43), salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak, untuk mengambil sampel DNA pembanding dari keluarga.--
Radarpena.co.id - Kabar pilu kembali datang dari upaya pencarian korban pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri bergerak cepat menyambangi kediaman Deden Maulana (43), salah satu penumpang yang hilang kontak, di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Langkah ini menjadi krusial untuk memastikan identifikasi korban di tengah ketidakpastian yang mencekam.
Petugas mengambil sampel DNA pembanding dari adik perempuan Deden sebagai langkah medis standar dalam identifikasi kecelakaan pesawat. Suasana haru menyelimuti proses tersebut yang berlangsung di rumah Ketua RW setempat. Rencananya, sang adik bersama suaminya akan langsung terbang menuju Makassar pada Senin dini hari pukul 02.00 WIB untuk memantau proses evakuasi secara langsung.
Harapan Tak Padam, Keluarga Belum Pasang Bendera Kuning
Meski tim DVI sudah mulai bekerja, keluarga besar Deden Maulana masih menyimpan harapan akan adanya mukjizat. Di rumah duka Jalan Mesir II, pemandangan berbeda tampak mencolok: tidak ada bendera kuning yang terpasang. Hal ini sengaja dilakukan karena pihak keluarga masih menanti kepastian resmi mengenai kondisi Deden.
"Warga di sini belum berani pasang bendera karena belum ada kepastian yang jelas," ungkap salah satu warga di lokasi pada Minggu, 18 Januari 2026. Dukungan moril pun terus mengalir dari rekan kerja dan tetangga yang memenuhi area rumah korban demi memberikan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Isak Tangis Sang Ayah: Kenang Chat Terakhir Sebelum Tragedi
Mukhsin, ayah dari Deden Maulana, tak mampu menyembunyikan kesedihan mendalam. Ia bercerita bahwa komunikasi terakhir dengan putranya terjadi pada hari Kamis lalu melalui pesan singkat. Dalam percakapan itu, Deden memberikan kabar bahwa ibunya sudah kembali ke Garut untuk kontrol kesehatan.
Mukhsin yang tinggal di Garut terakhir kali bertatap muka langsung dengan sang anak pada 24 Desember 2025. "Biasanya kalau dia mau berangkat dinas itu suka bilang minta didoain," kenang Mukhsin dengan suara lirih. Ia mengaku sangat syok karena kini tidak akan ada lagi suara sang putra yang meminta restu sebelum bekerja.
Misi Pencarian Berlanjut, Mukjizat Allah Sangat Dinanti
Di tengah proses pengambilan sampel DNA oleh Polri, doa-doa terus dipanjatkan agar pencarian membuahkan hasil terbaik. Mukhsin sangat berharap tim SAR bisa menemukan anaknya dalam keadaan utuh. "Mudah-mudahan ada keajaiban dari Allah, bisa segera ditemukan," harapnya penuh emosional.
Pesawat ATR 42-500 yang mengangkut Deden memang dilaporkan hilang kontak sejak Sabtu, 17 Januari 2026. Hingga kini, otoritas terkait masih terus melakukan penyisiran di titik koordinat terakhir pesawat tersebut. Publik kini menanti hasil identifikasi sampel DNA yang dibawa tim DVI ke Makassar untuk dicocokkan dengan temuan di lapangan. - Fajar Ilman/Disway -
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: