Viral Curhat Adik Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur: Kakak Meninggal di Hari Pertama Kerja

Viral Curhat Adik Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur: Kakak Meninggal di Hari Pertama Kerja

Sedih! Kakaknya Jadi Korban Kecelakaan KRL: Teteh Aku Meninggal di Hari Pertama Kerja--@lambegosiip

radarpena.co.id - Peristiwa tabrakan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin 27 April 2026 menimbulkan kisah sedih seorang adik yang harus kehilangan kakaknya yang merupakan korban kecelakaan. 

Melalui akun Threds pada Selasa 28 April 2026, terdapat warga netizen yang curhat bahwa kakaknya menjadi salah satu korban kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Bahkan sang korban baru mulai bekerja setelah masa cuti melahirkan  bulan. 

"Teteh (kakak) aku MD (meninggal dunia) di hari pertama kerja setelah cuti melahirkan 3 bulan, nemenin anaknya sampai 3 bulan setelah itu pergi untuk selamanya yallah," terangnya. 

Pertisiwa ini terdapat warga netizen bersimpat atas meninggalnya sang kakak yang menjadi korban kecelakaan KRL di Bekasi Timur. "surga tempat mu ibu2 pekerja ???? husnul khotimah..karena meninggal saat plng kerja mencari nafkah untuk keluarga," ujar salah satu netizen.

BACA JUGA:Adu Banteng KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi Timur, Jalur Kereta Lumpuh Total

BACA JUGA:Gibran Ajak 100 Anak Panti Belanja Jelang Lebaran, Momen di Blok M Ini Curi Perhatian

Jumlah korban tewas dalam kecelakaan kereta di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, terus bertambah. Data terbaru menyebut korban meninggal dunia kini mencapai 15 orang.

Perkembangan terbaru dari kecelakaan kereta Bekasi menunjukkan situasi yang lebih serius dari laporan awal. Sebelumnya, sebanyak 10 jenazah dilaporkan berada di RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Kini, angka korban meninggal bertambah menjadi 15 orang.

“Ia betul, 15 orang tewas dalam kecelakaan tersebut,” ujar Martinus Ginting.

Bertambahnya korban tewas menambah fokus penanganan di lapangan. Aparat kepolisian bersama tim medis forensik terus bekerja agar proses identifikasi berjalan cepat namun tetap sesuai prosedur.

Kecelakaan maut ini terjadi ketika kendaraan melintas di perlintasan rel saat kereta api tengah melaju. Benturan keras menyebabkan korban berjatuhan dan memicu proses evakuasi besar-besaran.

Di tengah proses identifikasi yang berjalan, fakta mengejutkan muncul dari RS Polri Kramat Jati. Seluruh jenazah yang telah diterima rumah sakit dipastikan berjenis kelamin perempuan.

Karumkit RS Polri Brigjen Pol Prima menegaskan tim Disaster Victim Identification (DVI) masih bekerja untuk memastikan identitas para korban satu per satu.

“Saat ini masih dalam proses,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait