Kesaksian Masinis Argo Bromo Anggrek: Detik-detik Tabrakan KRL di Bekasi Timur, Sinyal Diduga Error!

Kesaksian Masinis Argo Bromo Anggrek: Detik-detik Tabrakan KRL di Bekasi Timur, Sinyal Diduga Error!

Masinis Argo Bromo Anggrek ungkap detik tabrakan KRL di Bekasi Timur. Sinyal diduga error, kereta melaju 110 km/jam. - Tangkapan layar - --

Radarpena.co.id — Misteri di balik tabrakan kereta di Bekasi Timur mulai terkuak. Masinis KA Argo Bromo Anggrek, Nofiandi, akhirnya buka suara terkait insiden yang terjadi pada Senin (27/4/2026) dan mengungkap sejumlah fakta mengejutkan.

Dalam tayangan kanal YouTube Trainspotter ID, Nofiandi mengaku masih merasakan syok saat mengingat kejadian tersebut. Ia bahkan menegaskan bahwa dirinya tidak menyangka insiden itu bisa terjadi di tengah sistem operasional yang seharusnya berjalan normal.

Masinis Akui Syok Saat Insiden Terjadi

Nofiandi menggambarkan momen tersebut sebagai situasi yang sangat mengejutkan. Ia mengaku tidak hanya penumpang yang terpukul, tetapi dirinya sebagai pengendali kereta juga merasakan hal yang sama.

“Kalau soal syok, saya juga syok,” ungkapnya.

Meski demikian, ia memastikan kondisi penumpang KA Argo Bromo Anggrek relatif aman. Dampak paling parah justru dialami penumpang KRL Commuter Line, terutama yang berada di bagian paling belakang rangkaian.

“Alhamdulillah penumpang KA Bromo Anggrek relatif aman. Yang terdampak justru penumpang KRL di bagian belakang,” jelasnya.

Dugaan Gangguan Sinyal Muncul

Salah satu poin penting dalam kesaksian Nofiandi adalah dugaan adanya gangguan pada sistem sinyal. Ia menilai perubahan sinyal yang terjadi sebelum tabrakan tidak sesuai dengan prosedur normal.

Menurutnya, sistem sinyal kereta memiliki pola berurutan yang jelas, yaitu hijau, kuning, lalu merah. Namun, dalam kejadian tersebut, sinyal berubah secara tidak wajar.

“Sepertinya ada sinyal yang error,” ujarnya.

Nofiandi menjelaskan bahwa dirinya sempat menerima informasi dari pusat kendali (PK). Namun, ia belum sepenuhnya memproses informasi tersebut ketika sinyal tiba-tiba berubah menjadi merah.

“Informasi dari pusat kendali sudah ada, tapi belum sempat saya copy sepenuhnya, sinyal sudah keburu merah,” paparnya.

Perubahan Sinyal Dinilai Tidak Normal

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perubahan sinyal tersebut tidak sesuai dengan sistem koneksi yang berlaku. Dalam kondisi normal, perubahan sinyal mengikuti urutan yang konsisten dan tidak bisa melompat secara ekstrem.

“Kalau dari Bekasi sinyalnya hijau, di sini maksimal kuning. Tidak bisa langsung merah. Itu yang membuat saya heran,” jelasnya.

Pernyataan ini membuka kemungkinan adanya gangguan teknis yang perlu ditelusuri lebih dalam oleh pihak terkait.

Kereta Melaju dengan Kecepatan Tinggi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait