Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Bertambah Jadi 15, Seluruh Jenazah Perempuan Masih Diidentifikasi

Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Bertambah Jadi 15, Seluruh Jenazah Perempuan Masih Diidentifikasi

Penampakan KRL bertabrakan dengan kereta jarak jauh di Bekasi Timur--

Radarpena.co.id – Jumlah korban tewas dalam kecelakaan kereta di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, terus bertambah. Data terbaru menyebut korban meninggal dunia kini mencapai 15 orang, memicu perhatian publik terhadap proses evakuasi dan identifikasi yang masih berlangsung intensif.

Kabar penambahan korban ini dikonfirmasi Kabiddokkes Polda Metro Jaya Kombes Martinus Ginting. Ia membenarkan total korban tewas dalam insiden tragis yang terjadi Selasa, 28 April 2026, naik menjadi 15 orang.

Lonjakan jumlah korban ini membuat tim gabungan dari Dokkes Polda Metro Jaya dan Mabes Polri mempercepat proses identifikasi, terutama untuk memastikan seluruh data korban akurat sebelum diserahkan kepada keluarga.

Jumlah Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Bertambah

Perkembangan terbaru dari kecelakaan kereta Bekasi menunjukkan situasi yang lebih serius dari laporan awal. Sebelumnya, sebanyak 10 jenazah dilaporkan berada di RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Kini, angka korban meninggal bertambah menjadi 15 orang.

“Ia betul, 15 orang tewas dalam kecelakaan tersebut,” ujar Martinus Ginting.

Bertambahnya korban tewas menambah fokus penanganan di lapangan. Aparat kepolisian bersama tim medis forensik terus bekerja agar proses identifikasi berjalan cepat namun tetap sesuai prosedur.

Kecelakaan maut ini terjadi ketika kendaraan melintas di perlintasan rel saat kereta api tengah melaju. Benturan keras menyebabkan korban berjatuhan dan memicu proses evakuasi besar-besaran.

Seluruh Jenazah Korban Berjenis Kelamin Perempuan

Di tengah proses identifikasi yang berjalan, fakta mengejutkan muncul dari RS Polri Kramat Jati. Seluruh jenazah yang telah diterima rumah sakit dipastikan berjenis kelamin perempuan.

Karumkit RS Polri Brigjen Pol Prima menegaskan tim Disaster Victim Identification (DVI) masih bekerja untuk memastikan identitas para korban satu per satu.

“Saat ini masih dalam proses,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan seluruh korban yang diterima sementara berjenis kelamin perempuan.

“Jenis kelamin perempuan semua,” tambahnya.

Informasi ini memperkuat pentingnya percepatan identifikasi, terutama bagi keluarga yang masih mencari anggota keluarganya sejak insiden terjadi.

Tim DVI Lakukan Pencocokan Data Antemortem dan Postmortem

Proses identifikasi korban kecelakaan kereta Bekasi tidak dilakukan secara terburu-buru. Tim DVI menerapkan prosedur standar melalui pencocokan data antemortem dan postmortem agar hasil identifikasi akurat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait