Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Makin Mencekam, 15 Tewas dan 76 Luka-Luka, Total Korban Tembus 91 Orang

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Makin Mencekam, 15 Tewas dan 76 Luka-Luka, Total Korban Tembus 91 Orang

Kecelakaan kereta Bekasi Timur menewaskan 15 orang dan melukai 76 korban. Total korban 91 orang, identifikasi jenazah masih berlangsung.--

Radarpena.co.id — Jumlah korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur terus bertambah dan memicu perhatian luas. Hingga Selasa 28 April 2026, korban meninggal dunia tercatat mencapai 15 orang, sementara 76 lainnya mengalami luka-luka. Total korban dalam insiden ini kini menembus 91 orang.

Lonjakan jumlah korban ini memperlihatkan besarnya dampak tragedi di lintasan rel Bekasi Timur. Aparat kepolisian bersama rumah sakit dan tim identifikasi forensik masih bergerak cepat menangani korban, mulai dari perawatan medis hingga proses identifikasi jenazah.

15 Korban Tewas dalam Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan seluruh korban meninggal saat ini tersebar di sejumlah rumah sakit. Rinciannya, 10 jenazah berada di RS Polri Kramat Jati, tiga jenazah di RSUD Bekasi, satu jenazah di RS Bella, dan satu jenazah di RS Mitra.

“Untuk korban meninggal dunia berjumlah 15 orang, dengan rincian 10 jenazah berada di RS Polri, 3 jenazah di RSUD Bekasi, 1 jenazah di RS Bella, dan 1 jenazah di RS Mitra,” ujarnya.

Data tersebut memperlihatkan skala tragedi yang lebih besar dari laporan awal. Penanganan pun diperluas, tidak hanya fokus pada evakuasi, tetapi juga memastikan seluruh proses identifikasi berjalan akurat.

Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan kereta paling menyita perhatian, terutama karena jumlah korban terus bergerak naik dalam waktu singkat.

76 Korban Luka Dirawat di Sejumlah Rumah Sakit

Selain korban tewas, sebanyak 76 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat benturan keras dalam kecelakaan tersebut. Korban luka kini menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan di Bekasi dan Jakarta.

Petugas medis disebut terus memaksimalkan penanganan agar kondisi korban segera stabil. Di saat bersamaan, aparat kepolisian juga melakukan pendataan agar seluruh korban tercatat dengan jelas.

Dengan tambahan korban luka tersebut, total korban dalam tragedi ini mencapai 91 orang. Angka ini membuat kecelakaan kereta Bekasi Timur menjadi sorotan publik nasional.

Polisi dan Rumah Sakit Percepat Penanganan Korban

Polda Metro Jaya bersama instansi terkait terus memperkuat koordinasi dengan rumah sakit untuk memastikan seluruh korban mendapat penanganan medis maksimal.

Fokus penanganan saat ini mencakup tiga hal utama, yakni perawatan korban luka, identifikasi korban meninggal, serta pendampingan bagi keluarga yang mencari kepastian anggota keluarganya.

Petugas juga terus melakukan koordinasi lintas instansi agar penanganan tidak terhambat, terutama di tengah tingginya jumlah korban.

Langkah cepat ini dinilai penting agar proses pemulihan berjalan lebih efektif sekaligus memberi kepastian bagi keluarga korban.

10 Jenazah di RS Polri Masih Diidentifikasi Tim DVI

Salah satu perhatian utama tertuju pada proses identifikasi 10 jenazah di RS Polri Kramat Jati. Hingga kini, tim Disaster Victim Identification atau DVI masih bekerja mencocokkan data para korban.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait